KAMIS, 6 OKTOBER 2016

LHOKSEUMAWE --- Empat narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Lhokseumawe, dilarikan ke Rumah Sakit Palang Merah Indonesia (PMI) dan Kesrem Lhokseumawe. Keempat napi tersbut di diagnosa terjangkit gejala Demam Berdarah Dengue (DBD).


Tiga dari empat napi diantaranya dirawat di RS PMI, sementara seorang lainnya dirawat di RS Kesrem. Selain terjangkit penyakit DBD, satu dari keempat napi dilaporkan mengalami gejala infeksi atau tipes.

Bukhari, salah seorang petugas Lapas yang menjaga napi tersebut mengatakan tiga napi berada di RS PMI sementara satunya lagi berada di RS Kesrem. Namun, pasien yang berada di RS Kesrem yang terjangkit DBD baru saja dibawa pulang karena kondisinya sudah membaik.

“Satu yang di Kesrem sudah diperbolehkan pulang karena sudah membaik, tinggal tiga lagi ini yang di rawat disini, masuknya ada yang sudah tiga hari ada yang sudah empat hari dirawat disni, tapi satu orang kata dokter sudah hampir boleh pulang,” ujar Bukhari, Kamis (6/10/2016).

Bukhari menambahkan, sebelum dibawa ke rumah sakit, pihaknya sempat memeriksa keadaan pasien di klinik LP. Namun, napi-napi tersebut akhirnya terpaksa dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik.

Ketiga napi yang masih di rawat di RS PMI Lhokseumawe tersebut adalah A Karim dan Romi Novizar, yang ditahan karena kasus narkoba. Kemudian seorang lagi bernama Saiful yang ditahan karena kasus penadahan barang curian.

Ia melanjutkan, ketiga napi tersebut terpkasa dirantai di kakinya agar tidak melarikan diri. “Ya kami rantai untuk mengantisipasi agar mereka tidak melarikan diri, karena sudah banyak kejadian napi melarikan diri (alasan sakit),” pungkas Bukhari.

Jurnalis : Zulfikar Husein / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Zulfikar Husein

Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: