KAMIS, 6 OKTOBER 2016

SUMENEP --- Setelah di guyur dalam beberapa hari secara terus menerus membuat tanaman tembakau milik petani di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mulai layu. Sehingga para petani mulai khawatir, karena jika hujan terus terjadi, kemungkinan besar tanam daun emas tersebut akan mengalami gagal panen, akibatnya petani akan menanggung kerugian yang cukup besar.


Terjadinya hujan yang mengguyur daerah ujung timur Pulau Madura ini akan berdampak buruk terhadap para petani tembakau, mengingat saat ini dibeberapa daerah masih banyak tanaman tembakau yang belum panen. Sehingga ketika seringkali diguyur hujan, tanaman yang menjadi idola petani tersebut akan mati, maka modal yang telah dikeluarkan petani untuk bercocok tanaman musiman itu dipastikan tidak akan kembali.

“Akibat adanya hujan yang secara terus menerus mengguyur daerah ini dalam beberapa hari terakhir membuat tanaman tembakau layu. Makanya petani terancam merugi, karena ketika itu kembali diguyur hujan tanaman tersebut akan mengalami gagal panen,” kata Sumahwi, salah seorang petani di Kabupaten Sumenep, Kamis (6/10/2016).


Disebutkan, bahwa tanaman tembakau pada tahun ini banyak yang rusak lantaran giguyur hujan secara terus menerus dengan intensitas yang cukup tinggi, akibatnya, selain layu, banyak tanaman tersebut sudah mati. Maka dari itu tak jarang petani sering mengeluh dengan kondisi cuaca yang sangat tidak bersahabat ini, karena modal untuk menanam komuditas yang dikenal dengan daun emas itu sangatlah besar, sehingga apabila sudah gagal panen, mereka akan mengalami kerugian yang cukup besar.

“Kalau tembakau itu merupakan tanaman rentan rusak, apalagi ketika diguyur hujan secara terus menerus, maka secara perlahan-lahan tanaman tembakau akan mati. Karena tanaman tersebut sangat membutuhkan panasnya terik sinar matahari, jadi jika sudah hujan seperti ini akan mengancam terhadap petani,” jelasnya.

Keberadaan kondisi cuaca yang mulai tidak memungkinkan membuat para petani kebingungan, karena mereka khawatir dalam waktu dekat kembali terjadi hujan. Sebab jika itu terjadi, harapan untuk mendapatkan hasil dari tanaman tembakau tersebut akan sirna. “Tapi ini kan sudah kondisi alam, jadinya kami tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya bisa pasarah dan berdoa saja agar tidak kembali turun hujan sebelum usai panen tembakau,” terangnya.

Jurnalis : M. Fahrul / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : M. Fahrul
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: