KAMIS, 6 OKTOBER 2016

SOLO --- Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (UNS), Solo, Jawa Tengah, baru-baru ini memberikan penghargaan bagi tiga dosennya yang mempunyai penelitian terbaik. Dari tiga dosen dengan hasil penelitian terbaik itu salah satunya menciptakan alat berupa sensor antisipasi dini terhadap banjir.


“Untuk alat pemantau banjir ini diberi nama smart fload early warning system (EWS), yang fungsinya memberi peringatan dini akan adanya ancaman banjir dengan mengirimkan datanya melalui short message  service (SMS) ataupun berbasis android,” ungkap Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNS, Sulistyo Saputro kepada Cendana News, Kamis (6/10/16).

Pemberian penghargaan terhadap tiga dosen dengan hasil penelitian terbaik ini diberikan bersamaan dengan Lokakarya Strategi Pemasaran Produk Hasil Riset, yang digelar di Hotel Dana, Solo, beberapa  hari lalu.  Menurut Sulistyo, pemberian penghargaan sendiri diberikan kepada 3 dosen yang kebetulan dari Fakultas MIPA UNS.

“Bukannya membeda-bedakan, hanya saja untuk Dosen fakultas lain minat untuk penelitian ini dinilai masih rendah,” jelasnya. 


Ditambahkan, tiga dosen yang mendapat penghargaan itu diantaranya, Iwan Yahya sebagai penemu peredam bising berbahan baku limbah tekstil, Ahmad Marzuki sebagai penemu sensor robot kendaraan berjalan berbasis fibver optik untuk memantau kendaraan bermotor, sedangkan  Muchtar Yunianto sebagai penemu alat pemantau banjir yang dinamakan smart fload early warning warning system (ews).  

“Pemberian penghargaan sendiri berupa uang pembinaan yang masing-masing peneliti mendapatkan Rp 15 juta. Untuk peneliti lain, UNS juga masih membuka bagi peneliti-peneliti lain untuk mengembangkan hasil karyanya  sebagai pengabdian diri kepada masyarakat banyak,” tandasnya.

Peniliain dalam pemberikan penghargaan bagi pengajar ini ditentukan dari nilai hasil penelitian yang sudah dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat banyak. Menuurtnya, sejumlah penemuan dosen UNS itu juga sudah diakui perusahaan. Salah satunya hasil penelitian Iwan Yahya yang sudah dikolaborasikan dengan sebuah industri di Bandung, Jawa Barat. 

“Sementara untuk alat deteksi dini banjir karya Muchtar Yunianto juga telah diterapkan di sungai Bengawan Solo serta sudah dipesan di Pati,” pungkasnya.

Jurnalis : Harun Alrosid / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Harun Alrosid
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: