SELASA, 11 OKTOBER 2016

SAMPANG --- Tiga pekerja galian pasir dan batu (Sirtu) di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, meninggal dunia akibat tertimbun longsor bebatuan di lokasi galian Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, daerah setempat pada hari Senin (10/10/2016) sore. Kejadian tersebut diduga akibat tebing bekas galian lapuk akibat diguyur hujan dengan intensitas tinggi, sehingga membuat tebing tersebut runtuh secara tiba-tiba.


Ketiga korban yang meninggal dunia bernama H. Maidin (55), (Pemilik Lahan), Narum (35), (Sopir Dump Truck) dan Edi (30), (Operator Alat Berat). Pada wakti kejadian, ketiganya sedang melakukan aktifas penambangan, sehingga mereka tidak bisa menyelamatkan diri akibat reruntuhan tebing bekas galian C itu tiba-tiba longsor dan menimbun ketiga korban, meski ada warga yang mengetahuinya, mereka ternyat tidak berbuat apa-apa, sebab reruntuhan tebing bekas galian C cukup banyak.

"Jadi terjadinya longsor itu diduga akibat tanah bekas galian tersebut lapuk dikarenakan terguyur hujan dengan intensitas tinggi. Sehingga sehingga para korban yang sedang berada ditempat tersebut secara tiba-tiba tertimbun longsor," kata Kompol Syaiful Anam, Kabag Ops Polres Kabupaten Sampang, Senin (10/10/2016).


Disebutkan, bahwa ketiga korban yang tertimbun longsor bekas galian tersebut sudah berhasil dievakuasi, sehingga pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa yang menelan korban jiwa tersebut. Oleh karena itu, pihak kepolisian juga menghentikan sementara aktifitas penambangan di daerah itu dengan batas waktu yang masih belum bisa ditentukan.

"Jadi untuk sementara waktu ditutup guna penyelidikan lebih lanjut," jelasnya.


Sementara Moh. Hasan, salah seorang saksi mata menuturkan, peristiwa longsornya bekas galian C yang menelan korba jiwa terjadi sekitar pukul14.30 WIB. Dimana sebelum itu memang hujan terjadi dengan intensitas yang cukup tinggi, sehingga tebing bebatuan yang sangat tinggi tersebut secara tiba-tiba longsor, akibatnya pekerja yang sedang berada dilokasi tidak bisa menghidar untuk menyelamatkan diri dan akhirnya korban tertimbun bebatuan bersam alat yang ia gunakan.

"Sebenarnya pekerja yang ada dilokasi itu sepertinya ingin melarikan diri, namun longsor itu tiba-tiba menimpa mereka," terangnya. 

Jurnalis : M. Fahrul / Edior : Rayvan Lesilolo / Foto : M. Fahrul
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: