RABU, 19 OKTOBER 2016

SOLO --- Potensi wilayah Kabupaten Karanganyar yang sudah sukses menjadi percontohan pengembangan beras organik tengah dilirik Pemerintah Pusat. Tim Verifikasi dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi turun ke daerah untuk meninjau lokasi yang selama ini digunakan untuk pengembangan beras bernilai tinggi dan bernutrisi tersebut.


Kedatangan Tim Verifikasi dari Kementerian Desa PDTT ke Kabupaten Karanganyar ini tak lain untuk mengembangkan kawasan beras organik di lereng gunung lawu. Pengembangan beras organik yang telah dilakukan di empat Kecamatan yang ada di Karanganyar dinilai perlu dikembangkan karena bernilai jual lebih tinggi dibanding beras pada umumnya.

“Kita datang untuk melihat sejauh mana upaya yang dilakukan oleh masyarakat itu untuk meraih hasil lebih dengan pengembangan organik. Tim Verifikasi selanjutnya akan membantu dalam membuatkan regulasi yang dibutuhkan untuk pengembangan beras organik,” papar Kepala Seksi Evaluasi dan Pelaporan untuk Perencanaan Kemendes PDTT, Reno Budi Susanto saat berbicang dengan Cendana News, Rabu (19/10/16).

Pengembangan beras organik di Indonesia itu dinilai perlu ditingkatkan mengingkat pasca pasarnya lebih bagus dibanding dengan beras non organik. Terlebih, upaya pengembangan beras organik ini diawali dari masyarakat yang notabennya yang menjadi produsen, sehingga hasil panenya harus benar-benar sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Sebab, sejauh ini kita melihat beras organik yang bernilai jual tinggi jangan sampai petaninya tidak merasakan hasil manisnya. Sebab, ada kasus petani dihargai biasa namun yang meraih untung justru distributornya. Ini jangan sampai terjadi di Karanganyar,” tekan Reno.


Menurutnya, Kemendes PDTT juga mempunyai target tersendiri untuk komuditas padi organik dapat menjadi produk unggulan Indonesia yang akan di pasarkan di dunia internasional. Tak hanya padi organik, Kemendes PDTT juga mendorong daerah-daerah memunculkan produk pertanian unggulan lainya, sehingga menjadi potensi yang jauh bernilai ekonomis dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

“Di 2018 Kemendesa PDTT ditarget harus ada produk unggulan dari masing-masing daerah yang dapat diunggulkan di dunia internasional. Saat ini kita terus dorong, salah satunya dengan penyiapan regulasi bantuan yang akan diberikan kepada petani,” imbuhnya.

Bupati Karanganyar Juliyatmono yang hadir secara langsung menyambut tim verifikasi, di Rumah Dinas meminta dukungan penuh dari semua stakeholder dalam program pengembangan beras organik. “Dengan adanya pengembangan beras organik ini mari kita galakkan kembali seluruh instasi terkait agar hasil beras organik ini lebih maksimal,” ungkap Bupati.

Disebutkan, di Kabupaten Karanganyar pada 2016 memiliki lahan seluas 240 hektare yang sudah dijadikan pusat  tanaman padi organik.  Sejumlah luas lahan itu tersebar di Kecamatan Ngargoyoso, Tawangmangu, Karangpandan, Matesih dan Mojogedang.

“Setidaknya sudah ada 12 Kelompok Tani  yang sudah mengembangkan padi organik  yang sudah bersertifikat SNI. Diharapkan, beras organik ini semakin banyak di tanam di Karanganyar agar masyarakatnya juga meningkat kesejahteraannya,” tandasnya.
Jurnalis : Harun Alrosid / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Harun Alrosid

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: