SELASA, 11 OKTOBER 2016

BALIKPAPAN --- Upaya mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus di lakukan pemerintah kota Balikpapan. Upaya itu tak hanya usulan amnesti pajak bumi bangunan, namun pendataan sarang burung walet mulai dilakukan ulang mengingat pemasukan dari pajak pengusaha sarang burung walet masih minim dalam realisasinya.


Sekretaris Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) setempat, Ahdiansyah mengungkapkan berdasarkan data yang di miliki dari 300 pengusaha burung walet hanya sekitar 10 yang membayarkan pajaknya.

Padahal untuk target realisasi pajak sarang burung walet tahun ini yakni Rp52 juta, namun hingga September 2016 baru terkumpul Rp18 juta.

"Beberapa alasan yang disampaikan pengusaha untuk pembayaran pajak ini karena omzet yang di peroleh minim dan pihak Dispenda tidak bisa memaksa pemilik sarang burung walet tersebut untuk membayar pajaknya," jelasnya Selasa (11/10/2016).

Ia menjelaskan minimnya omzet sarang burung walet di sebabkan harga yang jatuh atau murah sehingga pajak sarang walet belum mencapai target.

Hal yang sama juga di katakan Lurah Klandasan Ilir Tarso. Menurutnya, dari pengakuan pelaku usaha burung walet, penghasilan panen selama ini belum sesuai harapan. Karena harga yang rendah.

"Sekarang hasil panennya tidak seperti dulu atau untungnya hanya sedikit. Harga yang di tawarkan sangat murah," sambungnya.

Sehingga pada minggu ketiga bulan Oktober ini, pihaknya bersama Dispenda akan melakukan pendataan ulang keberadaan sarang burung walet yang berada di wilayah Klandasan Ilir.

Jurnalis : FerryCahyanti / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Ferry Cahyanti
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: