SENIN, 3 OKTOBER 2016

KABAR CENDANA---Yayasan Seni Rupa Indonesia (YSRI) sudah sejak lama mengkampanyekan wacana bahwa perkembangan seni lukis Indonesia harus dihasilkan dari, oleh, dan untuk para remaja Indonesia. Oleh karena itu, diadakanlah suatu program berupa kompetisi seni lukis bagi para remaja Indonesia.

Ketua umum Yayasan Seni Rupa Indonesia, Titiek Soeharto
Kompetisi Nasional Seni Lukis Remaja (KNSLR) adalah agenda tahunan rutin Yayasan Seni Rupa Indonesia (YSRI) untuk mewujudkan wacana YSRI menjadikan remaja indonesia sebagai tulang punggung perkembangan seni lukis nusantara. 

Melalui kerja keras dan kontinuitas YSRI dalam mengadakan KNSLR maka dari ajang ini perlahan melahirkan beberapa nama pelukis handal, sebut saja Alvian Anta Putra, Lovio Dickya, Klodia Maela Elsa, dan masih banyak lagi.

Nilai tambah KNSLR selain melahirkan perupa handal juga selalu mengetengahkan tema-tema berbeda disetiap tahun penyelenggaraan. Tema-tema yang dipilih adalah yang dapat memberikan motivasi, pemahaman, rasa cinta terhadap alam, lingkungan, budaya bangsa, serta rasa cinta tanah air.

                       Titiek Soeharto berfoto bersama pemenang juara harapan melukis on the spot

"Kegiatan ini juga dalam rangka pembentukan sikap / karakter pribadi yang penuh dengan kreativitas, menjalin persahabatan antar sesama pelajar, meningkatkan rasa bangga berbangsa dan bernegara Indonesia," ungkap Ketua umum Yayasan Seni Rupa Indonesia (YSRI) Titiek Soeharto.

Hasil-hasil karya para remaja yang menjadi finalis KNSLR 2016 akan dipamerkan di Atrium Plasa Senayang sejak tanggal 2 Oktober hingga 11 Oktober 2016.

" Pameran ini tidak dipungut biaya, dan kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapapun kolektor lukisan maupun pencinta seni lukis tanah air yang berminat atau tertarik untuk memiliki karya-karya para finalis KNSLR 2016. Semoga apa yang didapatkan para remaja kreatif tersebut bisa meningkatkan prestasi seni mereka di masa yang akan datang sampai mereka menjadi seorang pelukis handal," pungkas Titiek Soeharto. (Miechell Koagouw)
Bagikan:

Sari Puspita Ayu

Berikan Komentar: