MINGGU, 2 OKTOBER 2016

BOGOR --- Selain pembangunan di bidang lain, maka pembangunan yang terutama harus dilakukan adalah pembangunan menuju ketahanan pangan atau dengan kata lain mewujudkan kedaulatan pangan di negeri sendiri.


Kedaulatan pangan yang dimaksud adalah keberhasilan swasembada pangan, mengentaskan budaya import komoditas pangan, serta memenuhi kebutuhan pangan terutama bagi bangsa Indonesia itu sendiri, dimana kedaulatan atau ketahanan pangan diyakini akan berimbas langsung pada stabilitas harga pangan dalam negeri.

Dalam mencapai semua tujuan pembangunan pertanian tersebut, Komisi IV DPR RI khususnya Siti Hediati Soeharto atau akrab dipanggil rakyat dengan Titiek Soeharto terus aktif untuk ikut dalam proses penyusunan APBN Kementerian Pertanian RI dengan alokasi APBN dikonsentrasikan untuk kegiatan antara lain :

1. Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier
2. Optimasi Lahan
3. Pengadaan benih
4. Bantuan pupuk
5. Bantuan Alsintan
6. Dukungan penyuluhan dan Diklat Teknis serta hal lainnya.

Hal-hal tersebut disampaikan Titiek Soeharto yang mewakili Komisi IV DPR RI dengan simpatisan Partai Golkar Kabupaten Bogor sekaligus kelompok tani serta masyarakat Tajur Halang Bogor,  Sabtu (1/10/2016).

" Komisi IV DPR RI tetap fokus dengan perjuangan untuk meminta Kementerian Pertanian memprioritaskan realisasi program-program untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mewujudkan kedaulatan pangan," tegas Titiek Soeharto.

Rehabilitasi jaringan irigasi tersier sudah mulai dilaksanakan di beberapa daerah dengan memanfaatkan sumber-sumber air alami, berikut penggunaan teknologi akurat agar program rehabilitasi jaringan irigasi yang dilakukan berjalan dengan baik.

Optimasi lahan, pengadaan benih, bantuan sekaligus pengembangan pupuk baru berkualitas juga sudah mulai terealisasi. Salah satu contoh saja adalah bagaimana Komisi IV DPR RI terus berusaha membangkitkan kembali peran lembaga-lembaga penelitian pertanian di Indonesia untuk terus mengembangkan hal-hal tersebut, sebut saja BALITHI (Balai penelitian tanaman hias) untuk industri florikultura.

Bantuan Alsintan (Peralatan dan mesin pertanian) juga merupakan hal yang selalu dilakukan Komisi IV kepada para petani di daerah-daerah pertanian yang memang sangat membutuhkan.


" Mengenai dukungan penyuluhan dan Diklat teknis untuk pertanian maka Komisi IV DPR RI terus jaga konsistensi perkataan berikut tekad kuat untuk mewujudkan keberhasilan hal ini dengan terus memperjuangkan nasib para tenaga penyuluh harian di bidang pertanian," terang Titiek Soeharto.

"Memperjuangkan nasib bukan dalam konteks penyediaan lapangan kerja saja, akan tetapi menyelamatkan nasib para penyuluh harian bidang pertanian akan menimbulkan dampak langsung pada totalitas kinerja mereka yang berpengaruh pada peningkatan hasil pertanian dari para petani kedepannya," pungkas Titiek Soeharto.
[Miechell Koagouw]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: