MINGGU, 2 OKTOBER 2016

BOGOR --- Desa Citayam, Tajur Halang, Bogor tempat dilaksanakannya Acara Pelantikan Pengurus DPD Golkar Kabupaten Bogor Periode 2016 / 2021 dan Baksos pada tanggal 1 Oktober 2016 ternyata menyimpan sebuah kisah menarik.


Warga desa Citayam masih mengingat bagaimana Presiden kedua RI, HM. Soeharto berkunjung ke tempat mereka di era pemerintahannya dan mengubah desa Citayam menjadi sebuah desa pertanian yang cukup maju.

Bahkan beberapa warga desa Citayam yang menjadi pengurus DPD Golkar Kabupaten Bogor sempat mengingat kembali, bagaimana Presiden HM. Soeharto atau akrab disapa Pak Harto pernah membawa serta salah satu putrinya yang masih remaja kala berkunjung ke desa Citayam. Dan gadis remaja tersebut adalah Siti Hediati Soeharto yang kemudian akrab disapa Titiek Soeharto.

" Mbak Titiek, itu Mbak Titiek Mak," teriak seorang gadis remaja kepada ibunya seorang wanita paruh baya kala Titiek Soeharto yang saat ini adalah Wakil Ketua Komisi IV DPR RI berkunjung untuk pertama kali ke desa Citayam yang berada jauh di luar wilayah konstituennya.


Suasana penuh penantian dari seluruh masyarakat desa Citayam, Tajur halang Bogor, dan seluruh simpatisan dan kader partai Golkar Kabupaten Bogor terhadap Titiek Soeharto terbayar sudah karena kehadirannya.

Bahkan bukan itu saja, bagi sebagian warga Citayam yang pernah merasakan kunjungan dan hasil pembangunan Pak Harto di desa ini mengatakan kedatangan Titiek Soeharto sebagai obat kerinduan mereka akan sosok Pak Harto yang dianggap sebagai Bapak dari para Petani.

" Saya juga anak petani, jadi program saya kedepannya pasti dan wajib untuk memajukan sektor pertanian di kabupaten Bogor. Dan yang membuat hal itu menjadi sangat luar biasa adalah Wakil Ketua Komisi IV bidang pertanian adalah Mbak Titiek Soeharto. Sepertinya masyarakat Bogor terutama para petani akan mendapat dukungan penuh dari beliau untuk mencapai ketahanan pangan yang diimpikan," terang Jaro Ade, Ketua DPD Golkar Kabupaten Bogor yang baru untuk periode 2016 / 2021.

Titiek Soeharto datang ke desa Citayam bersama rekannya dari Komisi IV DPR RI, Ichsan Firdaus. Sesampai rombongan di tempat peristirahatan, langsung disambut oleh para pengurus DPD Golkar Kabupaten Bogor yang sudah berkumpul satu jam sebelum kedatangannya.

Titiek Soeharto bersama rombongan pengurus DPD Golkar Kabupaten Bogor berjalan kaki ke lokasi acara dengan diiringi sajian musik rebana khas masyarakat Kabupaten Bogor. Sejak pertama kali memasuki gapura 'selamat datang' di tempat acara, pengalungan bunga ucapan selamat datang, hingga sampai ke tempat duduknya maka Titiek Soeharto tak henti-hentinya mendapatkan ucapan selamat datang dari para simpatisan DPD Golkar, dan masyarakat desa Citayam mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa.

Ketua DPD Golkar Kabupaten Bogor, Jaro Ade yang menemani Titiek Soeharto berjalan kaki dari tempat istirahat hingga ke lokasi acara membuka sambutan selamat datang di podium sebelum Titiek Soeharto sendiri didaulat untuk memberi pidato resmi.

Titiek dalam pidatonya menitikberatkan pada pentingnya pencapaian ketahanan pangan dengan cara meningkatkan produktivitas dan penghasilan para petani dan nelayan. Selepas berpidato, Titiek Soeharto langsung melanjutkan dengan menyerahkan secara simbolis bantuan Alsintan (Peralatan dan mesin pertanian) kepada kelompok-kelompok tani setempat maupun wilayah Kabupaten Bogor.

Akhirnya setelah menyelesaikan semua tugas beliau di desa Citayam, Titiek Soeharto berpamitan kepada semua hadirin untuk melanjutkan perjalanan menghadiri undangan Acara lainnya di Taman Mini Indonesia Indah. Walaupun kebersamaan Titiek Soeharto dengan masyarakat desa Citayam hanya kurang lebih satu jam saja, akan tetapi apa yang dilakukannya disana sudah menjadi suntikan moril bagi masyarakat setempat dan masyarakat Kabupaten Bogor bahwa mereka masih memiliki seorang pemimpin yang terus bekerja untuk rakyatnya.

Titiek Soeharto berpesan kepada para pengurus DPD Golkar Kabupaten Bogor yang baru saja dilantik, seluruh kader Golkar Kabupaten Bogor harus terus mempertahankan kesantunan berpolitik, menjaga kesatuan dan persatuan bangsa, tidak terpancing pada perpecahan karena perbedaan pilihan pada pilkada kabupaten, pilkada propinsi, pemilu legislative, maupun pemilihan Presiden.


Kader Golkar juga perlu terus memberi keteladanan dan karya nyata agar dicintai rakyat. Menang dalam setiap pemilihan itu sebuah keharusan, namun hendaknya semua dicapai dengan cara-cara yang baik, jujur, dan bermartabat. Dengan begitu Partai Golkar dapat menjadi partai terbaik untuk pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia yang maju, sejahtera, adil dan makmur sebagaimana cita-cita para pendiri bangsa ini.
[Miechell Koagouw]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: