MINGGU, 2 OKTOBER 2016

TMII JAKARTA --- Selepas Pelantikan Pengurus DPD Golkar Kabupaten Bogor periode 2016 / 2021 dan Baksos yang diadakan di Tajur Halang, Bogor, Sabtu 01 Oktober 2016, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau dipanggil akrab dengan Titiek Soeharto langsung berangkat menuju Desa Seni, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) untuk menghadiri Acara Kompetisi Nasional Seni Lukis Remaja (KNSLR) 2016 yang diadakan oleh Yayasan Seni Rupa Indonesia. Titiek Soeharto hadir untuk menjadi Juri di ajang tersebut dalam kapasitas sebagai Ketua Yayasan Seni Rupa Indonesia.


Suasana desa Seni yang asri, hijau, dan begitu tenang seakan menjadi salah satu faktor pendukung bagi 40 finalis pelukis remaja usia antara 13 hngga 18 tahun dari seluruh Indonesia untuk fokus melukis on the spot. Kategori penilaian dari melukis on the spot ini adalah sebuah ujian bagi para finalis untuk menunjukkan hasil lukisan mereka secara orisinil.

KNSRL 2016 diawali dengan membuka kesempatan bagi para pelukis muda untuk turut serta dalam kompetisi ini dengan mengirimkan hasil karya mereka kepada panitia dengan mengambil tema : 'berbeda itu indah'. Tercatat hingga hari akhir batas pengiriman ada 189 orang pelukis remaja yang mengirimkan hasil karyanya masing-masing.

" Dari sekitar 189 karya yang masuk tersebut lalu kami seleksi menjadi 40 hasil karya terbaik sebagai finalis dan diundang ke TMII untuk mengikuti seleksi selanjutnya yang tadi kami sebut sebagai melukis on the spot," jelas Titiek Soeharto di desa Seni, TMII.

" Tema untuk melukis on the spot adalah Kerukunan Bermasyarakat dan Beragama," lanjut Titiek Soeharto.

Seluruh finalis yang diundang ke Jakarta ini diinapkan di Padepokan Pencak Silat Indonesia, setelah itu mereka diajak berkeliling ke TMII. 


Tujuan yang ingin dicapai dari mengumpulkan mereka secara bersama-sama adalah bagaimana anak-anak remaja bisa mengaplikasikan tema lukisan mereka tersebut dalam kehidupan sehari-hari ditengah masyarakat.

" Jadi kami turut membentuk moral para remaja, mereka harus bisa juga mengaplikasikan tema lukisan yang mereka buat itu dalam bermasyarakat. Bagaimana caranya mereka yang berasal dari daerah berbeda, suku yang berbeda, dan agama berbeda dapat saling mengenal satu sama lain sekaligus menjalin persahabatan dan kerukunan diantara mereka. Itu esensinya," tambah Titiek lagi.

Titiek juga merasa bangga dengan hasil karya dari peserta yang mengikuti Kompetisi Nasional Seni Lukis Remaja tersebut.

" Saya senang dan bangga dengan hasil karya anak-anak itu," ucap Titiek sambil berpose dalam beberapa pengambilan foto bersama lukisan-lukisan para finalis KNSRL 2016.

Spot are yang digunakan di TMII adalah desa Seni, anjungan DI Yogyakarta, dan di kompleks enam rumah ibadah. Dan setelah beberapa jam diberi waktu oleh panitia, maka 40 orang finalis tersebut berhasil menyelesaikan lukisan sesuai tema yang diinginkan panitia dengan baik dan lancar.

Ketua panitia KNSRL 2016, Djauke Faizal juga sangat terkesan dengan animo para finalis dan hasil karya yang mereka hasilkan.

" Harus diberikan applaus dan apresiasi setinggi-tingginya bagi para remaja ini. Mereka begitu luar biasa di usia yang sangat belia namun sudah mampu melukis seperti layaknya seorang pelukis profesional," ucap Djauke Faizal.


Selesai mengerjakan sesi melukis on the spot maka seluruh finalis langsung dibawa lagi berkeliling TMII dan nonton pertunjukkan film di Keong Mas TMII. 

Acara KNSRL 2016 akan dilanjutkan ke acara puncak berupa penyerahan hadiah kepada para pemenang yang sedianya diadakan di Atrium Plaza Senayan, Minggu, 2 Oktober 2016.
[Miechell Koagouw]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: