SENIN, 3 OKTOBER 2016

KEEROM---Melihat kondisi masyarakat perbatasan yang bertumpu pada hasil kebun semata, sementara disekitar  mereka banyak sekali yang dapat dijadikan satu pendongkrak ekonomi keluarga, terketuk hati prajurit Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Yonif Mekanis 516 Caraka Yudha untuk membina masyarakat tersebut. 




“Tanah Papua merupakan tanah yang subur dimana masih begitu banyak tanaman serta pepohonan yang tumbuh dan bisa digunakan, banyak pohon yang mudah tumbuh di tanah ini, jika masyarakat bisa memanfaatkannya dengan baik dapat menunjang kesejahteraannya,” kata Dan Satgas Pamtas Yonif Mekanis 516/CY Letkol Inf Lukman Hakim saat melihat langsung pembuatan sandal bakiak oleh warga di Wambes, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Minggu (2/10).  

Pihaknya terus melakukan pembinaan kepada masyarakat, kali ini mengajarkan pembuatan sandal bakiak yang terbuat dari kayu putih, yang lebih dikenal masyarakat sekitar dengan kayu susu. “Ini setiap dua minggu anggota dari Pos 3 kompi-B Wambes berikan pelatihan. Untuk bakiak ini baru pertama kali dilakukan,” tuturnya.

Soal pemasarannya nanti, lanjut Dan Yonif 516/CY, pihak akan berusaha mencari pasaran hasil kerajinan tangan tersebut. “Ada banyak bahan yang terbuang, dan bisa di manfaatkan, kedepannya nanti kami akan bantu untuk penjualannya, agar memotivasi masyarakat untuk membuatnya dan ini sebagai motifasi buat warga agar terus berkarya di tanahnya sendiri,” ucapnya. 

Tomas, salah satu tokoh masyarakat Wambes mengaku baru pertama kali membuat sandal dari kayu susu, dan bahannya dilihat  sangat mudah. “Bapak tentara ini baru pertama kali ajar kami buat sandal dari kayu, dan ini bagus sekali hasilnya, kalau dijual juga dapat tambah pemasukan kami, dan sandal ini tahan lama,” kata Tomas sambil menghaluskan sisi-sisi  sandal yang telah dibuatnya. 

Sementara, Komandan Pos 3 kompi-B Wambes Yonif Mekanis 516/CY, Letda Inf Andrya Yudha sangat berharap dari pelatihan ini dapat mengubah eonomi masyarakat setempat. “Semoga bisa bermanfaat untuk masyarakat di daerah perbatasan dan kedepannya dapat menunjang perekonomiannya.” dikatakan Andrya. (Indrayadi T Hatta) 
Bagikan:

Sari Puspita Ayu

Berikan Komentar: