RABU, 19 OKTOBER 2016

SAMPANG --- Puluhan mahasiswa Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, menggelar aksi penggalangan tanda tangan dari mayarakat daerah setempat pada hari Rabu (19/10/2016). Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap kinerja bupati yang selama ini dinilai buruk, sehingga pengumpulan tanda tangan tersebut dijadikan sebagai tuntutan agar bupati segera mundur dari jabatannya jika tidak mampu melaksanakan tugas dengan baik.


Para mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Sampang (Formasa) menuding kinerja Bupati Kabupaten Sampang, A. Fannan Hasib, sejak dulu sampai sekarang tak kunjung ada perbaikan, sehingga ia gagal membawa daerah menjadi yang lebih baik. Oleh karena itu dengan pengggalangan tanda tangan tersebut, merupakan bentuk kekecewaan masyarakat agar bupati segera mundur dari jabatannya.

“Jadi penggalangan tanda tangan ini dari mereupakan bentuk tuntutan kami agar bupati segera mundur dari jabatannya, karena kinerjanya sampai saat ini belum bisa menunjukkan perubahan daerah ini yang lebih baik. Maka penggalangan tanda tangan ini kami targetkan terkumpul mencapai 3000 dari seluruh lapisan masyarakat,” kata Abdul Asiz, Koordinator Aksi, Rabu (19/10/2016).


Disebutkan, bahwa selama empat tahun bupati yang telah memimpin daerah ini rupanya belum mampu membuat perubahan yang lebih baik, sehingga kinerjanya patut sangat diragukan, sebab dalam empat tahun bukanlah waktu yang sebentar. Maka dari itu, jika memang sudah mampu mengemban amanah dengan baik lebih baik mundur saja dari jabatannya, karena jika terus menerus seperti ini, nantinya masyarakat yang akan menjadi korban.

“Kami akan melaksanakan aksi penggelangan tanda tangan ini selama tiga hari, jadi nanti kami akan mengelilingi daerah ini untuk meminta tanda tangan dari masyarakat. Karena kinerja bupati sudah tidak bisa membawa perubahan daerah ini menuju yang lebih baik,” jelasnya.


Apabila dari penggalangan tanda tangan tersebut sudah mencapai tager, nantinya para mahasiswa itu akan menyerahkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Bupati Kabupaten Sampang. Sehingga bupati dapat mengetahui terhadap kekecewaan masyarakat atas kinerjanya lewat tanda tangan tersebut, maka kalau mundur dari jabatannya secara terhormat.

Jurnalis : M. Fahrul / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : M. Fahrul
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: