SENIN 31 OKTOBER 2016 

BANDUNG----Ribuan honorer se-Jawa Barat (Jabar) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jabar, Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung,

Demo tenaga honorer di depan Gedung Sate.

Masa yang terdiri dari guru, operator dan tenaga honorer ini menuntut Gubenur Jabar untuk meningkatkan kesejahtaraan mereka.

Berdasarkan pantauan Cendana News, mereka melakukan demo secara tertib dengan duduk di badan jalan depan Gedung Sate.

Koordinator acara aksi, Engkos Kosasih menyampaikan ada lima tututan yang dilontarkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Dewan Pewakilan Rakyat Daerah (DPRD)

Jabar. Salah satunya, meminta segera mengalokasikan dana pada anggaran murni 2017 dengan standar Upah Minimum Kota (UMK) maupun Upah Minimum Provinsi (UMP).

"Kami juga meminta Pemprov segera mengajukan penambahan kuota untuk program intensif dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan," ujar Engkos di lokasi.

Selain itu, pihaknya juga meminta Pemprov Jabar memberikan tunjangan kesehatan kepada pekerja honorer.

Sejauh ini mayoritas pekerja honorer mendapat upah tak lebih besar dari Rp. 500 ribu untuk satu bulan. Nominal itu pun terkadang dibayarkan tiga bulan satu kali.

"Minimal kami meminta setara dengan UMK atau UMP di daerah lain. Kami sampaikan dapat Rp 2,5 juta juga sudah bahagia daripada tidak sama sekali," pungkasnya.

Jurnalis: Rianto Nurdiansyah/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Rianto Nurdiansyah
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: