MINGGU, 9 OKTOBER 2016

LAMPUNG --- Sepanjang bulan Oktober setiap tahun umat Katolik di seluruh dunia mengkhususkan diri melakukan devosi atau laku iman dan penghormatan untuk semakin mendekatkan diri kepada pencipta melalui doa, salah satunya Rosario. Ratusan umat dari berbagai stasi di unit Pastoral Bakauheni mengisi bulan Oktober dengan melakukan devosi Rosario di lokasi ziarah Ngison Nando kota Kalianda. Kegiatan devosi bulan Rosario tersebut dilakukan dengan mendaraskan doa doa melalui untaian Rosario (tasbih) yang diisi dengan doa Salam Maria. Prosesi doa Rosario dilakukan secara bergantian antara pembaca doa dilanjutkan dengan ratusan umat yang berkumpul di depan Goa Maria rumah retret Ngison Nando.


Menurut Pastor Bernardinus Silaban Pr, Rosario merupakan bentuk devosi yang paling banyak dilakukan umat pada bulan Oktober baik secara pribadi maupun berkelompok. Bahkan sepanjang bulan Oktober kegiatan doa doa lingkungan dominan diisi dengan doa Rosario yang merupakan bentuk kekhusukan umat Katolik untuk mendekatkan diri pada sang pencipta melalui Bunda Maria. Peringatan pada bulan Oktober mengacu pada tanggal 7 Oktober yang merupakan peringatan (Memoria) Maria Ratu Rosario.

"Pada minggu pertama bulan Oktober sudah dibuka dengan kegiatan di setiap Paroki dan minggu kedua khusus di unit pastoral Bakauheni seluruh umat Katolik berkumpul untuk berdoa Rosario bersama dilanjutkan Misa seperti pada minggu biasa,"ungkap Pastor Bernardinus Silaban dalam homili atau kotbahnya di depan Goa Maria rumah retret Ngison Nando, Minggu (9/10/2016).

Ia mengungkapkan doa Rosario merupakan doa kepada Tuhan dengan meneladani intersensi (bantuan doa) Bunda Maria. Dalam doa umat merenungkan perjalanan peristiwa kehidupan Yesus diantaranya peristiwa gembira, cahaya, sedih dan mulia yang mengajak umat merenungkan inkarnasi Tuhan Yesus sehingga melalui doa Rosario diharapkan umat bertumbuh melalui penghormatan terhadap misteri kehadiran Tuhan serta penyertaan Tuhan setiap waktu kepada manusia.


Ratusan umat yang hadir diantaranya akan merenungkan 20 misteri dalam kehidupan Yesus dengan mendaraskan sepuluh doa Salam Maria, Bapa Kami dan Kemuliaan pada setiap misteri. Melalui doa Rosario ungkap Pastor bernadinus, umat tidak menyembah Bunda Maria dan hanya menyembah Tuhan saja dengan mendaraskan doa doa sambil merenungkan setiap peristiwa yang didoakan.

Devosi rosario yang dilakukan umat secara bersama tersebut selanjutnya bisa dilakukan oleh umat di lingkungan keluarga masing masing maupun pribadi. Sebab menurutnya dengan sarana untaian Rosario setiap umat Katolik bisa lebih khusuk berdoa dan mendekatkan diri kepada Tuhan dengan mengambil waktu waktu khusus yang ada sepanjang bulan Oktober ini.


Meski diperingati setiap bulan Oktober dengan devosi Rosario namun pastor Bernardinus menegaskan devosi Rosario merupakan devosi yang bisa dilakukan sepanjang waktu bahkan sepanjang tahun. Sebab doa rosario mencakup semua peristiwa hidup manusia diantaranya kesedihan, kebahagiaan dan kemuliaan. Doa Rosario sekaligus mengingatkan manusia untuk menyadari akan dosa dosa yang dilakukan dengan ditambahkannya doa Santa Fatima untuk pengampunan terhadap dosa dosa dan penyelamatan dari api neraka.

"Doa Rosario selayaknya didoakan setiap hari dan bukan hanya pada bulan Oktober atau saat tertentu saja karena doa merupakan laku iman setiap umat Katolik yang dilakukan setiap saat untuk mendekatkan diri pada Tuhan,"ungkapnya.

Banyaknya umat yang hadir membuat lokasi doa di rumah retret Ngison Nando dibuat tenda khusus dengan sebagian umat duduk di kursi dan sebagian menggunakan tikar. Meski dilakukan setiap Minggu dengan doa bersama dan Misa Mingguan, sepanjang bulan Rosario tempat ziarah Ngison Nando juga terbuka bagi umat Katolik yang akan melakukan devosi Rosario dengan dipadukan devosi Jalan Salib yang ada di lokasi rumah retret tersebut.

Salah satu umat Katolik dari Stasi Sukabakti, Laurensius (45) mengaku hanya sesekali mengunjungi Goa Maria Ngison Nando karena keterbatasan waktunya. Namun ia mengaku sepanjang bulan Oktober ia dan keluarga selalu rutin melakukan kegiatan doa Rosario di
rumah.


"Kami lakukan doa keluarga bersama setiap hari sepanjang bulan Rosario karena dengan doa bersama sekaligus bisa mendekatkan diri dengan keluarga dan saat doa di sini pun bisa berjumpa dengan umat lain dari berbagai stasi di Lampung Selatan,"ungkapnya.

Selain rumah retret Ngison Nando,sejumlah tempat ziarah Goa Maria yang ada di Lampung diantaranya lokasi ziarah Goa Maria La Verna Padang Bulan Pringsewu, Goa Maria Fajar Mataram di Lampung Tengah juga ramai dikunjungi peziarah umat Katolik yang akan melakukan devosi bulan Rosario.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Henk Widi
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: