KAMIS, 6 OKTOBER 2016

LAMPUNG --- Upaya peningkatan kualitas jalan desa di Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan terus dilakukan. Setelah sebelumnya jalan jalan desa tersebut sebagian mengalami kerusakan dengan lubang menganga serta sebagian masih jalan berbatu akhirnya dilakukan proses pembangunan dengan menggunakan aspal dan sebagian jalan jalan kampung menggunakan paving. Proses awal pengerjaan dilakukan dengan melakukan pengukuran dan pembersihan jalan.


Menurut Kepala Desa Pasuruan,Kartini,peningkatan kualitas jalan tersebut sekaligus perbaikan pada jalan jalan desa yang sudah rusak setelah proses perbaikan beberapa tahun lalu. Kartini mengungkapkan jalan yang akan dibangun dengan aspal diperkirakan mencapai panjang sekitar 5 kilometer meliputi Dusun Banyumas,Dusun Jatisari,Dusun Sumbersari dan dua jalan di lingkungan SDN 1 Pasuruan dan SMP Muhamadiyah Penengahan.

“Perbaikan merupakan harapan masyarakat dan akhirnya terwujud karena banyak warga mengeluh jalan berlubang dan dipenuhi dengan kubangan air tapi sekarang sudah proses pengerjaan pembersihan,”ungkap Kepala Desa Pasuruan Kartini saat dikonfirmasi Cendana News,Kamis (6/10/2016)


Jalur jalan yang diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya merupakan jalan vital yang dilalui masyarakat terutama untuk memperlancar aktifitas sekolah dari tingkat SD hingga tingkat SMP. Khusus untuk pembangunan jalan aspal menggunakan anggaran dari pemerintah Kabupaten Lampung Selatan yang sudah direncanakan dalam APBD. Selain peningkatan status jalan tersebut dipastikan pembuatan jalan paving blok juga akan dilakukan pada gang gang perkampungan yang selama ini digunakan warga untuk melakukan aktifitas.

Pembangunan jalan paving blok menurut Kartini merupakan kelanjutan dari program peningkatan kualitas jalan yang sudah dilakukan pada beberapa dusun diantaranya dengan sistem rigid beton diantaranya di Dusun Jatibening,Dusun Pasuruan Atas serta Dusun Jatisari. Pembangunan jalan kampung tersebut merupakan alokasi penggunaan anggaran Dana Desa (DD) yang peruntukkannya diaplikasikan dalam pembangunan infrastruktrur diantaranya jalan kampung.

Jalan paving dan cor beton yang dibangun diperkirakan mencapai 2800 meter yang dibangun dengan sistem swadaya dengan memberdayakan pembuatan paving blok dari badan usaha milik desa (BUMDes) pembuatan paving. Pembuatan paving yang merupakan usaha kerakyatan di Desa Pasuruan tersebut menurut Kartini sudah bisa diaplikasikan.

Selain akan mendapat kucuran anggaran pembangunan dalam
bentuk jalan aspal,paving dan cor beton, Kartini berharap masyarakat bisa menjaga kondisi jalan tersebut dengan tidak menggunakan kendaraan yang melebihi kapasitas. Sebab kerusakan jalan di desa tersebut sebagian diakibatkan kendaraan pengangkut gabah dan pengangkut bahan bangunan. Ia juga belum memastikan apakah akan dipasang portal atau tidak pada ruas jalan baru untuk menghindari kendaraan bertonase besar melintas.

“Kalau jalan baru tidak kita jaga bersama sama maka jalan dengan kualitas bagus pun akan tetap cepat rusak apalagi jika dilewati kendaraan bertonase besar,”ungkapnya.

Ia juga berharap masyarakat bisa mengawasi proses pengerjaan jalan yang akan dikerjakan sehingga bisa dibangun dengan kualitas bagus. Kualitas pengerjaan jalan aspal kerap dipertanyakan warga dengan proses pengerjaan yang asal asalan sehingga cepat rusak sementara pada pembangunan paving bagian yang rusak bisa cepat diganti dengan material yang baru.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Henk Widi
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: