SELASA, 4 OKTOBER 2016

SOLO --- Meski Hari Batik Nasional meski sudah berlalu, di Solo, Jawa Tengah semaraknya masih tinggi. Salah satunya yang dilakukan warga Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, yang dengan menggelar batik on the steet yang berada di jalan Dr. Radjiman, Solo.


Kegiatan batik on the street ini diikuti seluruh lapisan masyarakat setempat, baik pelajar maupun orang dewasa. Sembari menggelar batik on the steet, belasan pelajar menyelenggarakan pentas musik menggunakan alat apa adanya. 

“Inilah salah satu bentuk apresiasi warga dalam rangka memeriahkan Hari Batik Nasional, sekaligus sebagai rangkain tapak tilas budaya Samanhudi,” ucap  Koordinator Aksi Dwu Setya Yuliawan kepada Cendana News, Selasa (4/10/16).

Untuk menumbuhkan kecintaan terhadap batik, puluhan siswa juga diajak berkarya dengan membatik di kain kotak ukuran kecil. Dengan berbagai persiapan yang dilakukan, para siswa sebelumnya diberi kesempatan untuk membantik dengan berbagai pola dan gambar. 

“Selain melestarikan budaya barik, kita juga memberikan edukasi kepada anak-anak untuk menumbuhkan cinta dengan batik. Salah satunya melalui pelatihan batik,” terangnya.

Dalam kegiatan ini, puluhan karya siswa ini dipajang sejak pagi, setelah mereka menyelesaikan batik di kain kotak dengan ukuran sedang. Disisi lain, tiga seniman batik Sondakan juga masih sibuk melukis di papan dengan ukuran 2 x 4 meter. 

“Lukisan pohon bambu dengan sejumlah tanaman itu akan dipajang di pinggir jalan untuk menunjukkan karya warga Sondakan,” imbuhnya.


Kegiatan batik on the steet dan pentas musik  yang merupakan rangkaian Hari Batik Nasional, sekaligus untuk memeriahkan napak tilas budaya Samanhudi, akan berlangsung hingga tanggal 13 Oktober 2016 nanti. 

“Rangkaian tapak tilas Samanhudi akan dilakukan dengan kirab budaya dan ziarah ke makam Samanhudi. Adanya keterlibatan seluruh warga ini untuk melestarikan budaya Samanhudi yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu,” pungkasnya. 
[Harun Alrosid]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: