MINGGU, 2 OKTOBER 2016

BANDUNG --- imej kumuh dan kotor jika kita memasuki gang sempit, nyatanya dibantah sekelompok anak muda di RW 05 Kelurahan Sukaasih, Kota Bandung. Meski jalan di kawasan tersebut terbilang sempit, namun untuk urusan kebersihan lingkungan sepertinya menjadi nomor satu.


Jika kita menyusuri gang tersebut, akan banyak ditemukan lukisan tembok alias mural di sisi kanan dan kiri yang menggambarkan pesan cinta lingkungan. Selain itu, terpampang juga pot- pot bunga yang menggantung di tembok-tembok. Itu lah cara sekelompok warga sekitar dalam mengkampanyekan kebersihan.

Salah seorang penggerak Cinta Lingkungan di RW 05 Kelurahan Sukaasih, Heri Suherman mengatakan, kegiatan ini dilakukan agar lingkungan disekitar wilayahnya terlihat bersih. Sehingga kesan kumuh dan kotor tidak selalu melekat kepada warga yang tinggal di gang sempit.

"Daripada kotor, lebih baik difungsikan sebagai media kampanye cinta lingkungan. Selain indah bermanfaat juga," ujarnya.

RW 05 Kelurahan Sukaasih sendiri menjadi salah satu kawasan percontohan. Untuk menyandang predikat itu, tidak didapat dengan mudah. Artinya harus ada kepedulian yang sungguh-sungguh dalam mengelola wilayah menjadi kawasan penghijauan dan bebas sampah.

"Ini sebagai langkah warga dalam memberikan pesan kepada siapapun bahwa kita bisa hidup bersih dan sehat dimanapun kita tinggal," katanya.


Berkat usaha warga sekitar, kawasan ini kerap dikunjungi sejumlah pejabat di Kota Bandung dan luar daerah. Salah satu agenda yang sempat diadakan di sini adalah 'Launching Maraban Biopori'. Maraban dalam bahasa Sunda berarti memberi makan atau memasukan sesuatu ke lubang biopori. Artinya, Biopori yang dibuat warga harus diberi makan sebagai salah satu upaya mengurangi sampah dari sumbernya.


"Kita mensosialisasikan kepada warga agar memilah sampah semenjak dari rumah. Sampah-sampah sayuran bisa dimasukan ke lubang- lubang biopori yang sudah dibuat bersama warga, ini bisa dimanfaatkan sebagai pupuk bagi tanaman. Dan sampah bekas botol-botol bisa dimanfaatkan sebagai pot tanaman atau bahan-bahan kerajinan lainnya," tutur Ketua RW 05 Kelurahan Sukaasih, Agus Hermawan.
[Rianto Nudiansyah]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: