SELASA, 22 NOVEMBER 2016
JAYAPURA---Sebanyak 1,2 juta obat penyakit kaki gajah atau Filarias disediakan untuk mengeliminasi penyakit tersebut, khususnya di kabupaten dan kota yang ada di bumi Cenderawasih.

Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Papua, Aaron Rumainum mengatakan, stok obat tersebut untuk mengantisipasi kekurangan obat terhadap penyakit kaki gajah yang ada di tanah Papua.

"Stok obat ini distok ke masing-masing kabupaten dan kota," kata Aaron Rumainum di kota Jayapura, Selasa, (22/11/2016).

Pasokan obat kaki gajah itu telah disimpan ke gudang farmasi Papua dan apabila dibutuhkan oleh Dinkes kabupaten dan kota maka akan dikirimkan. "Obat kaki gajahnya sebanyak 1,2 juta obat dan kemudian obat albenasol sebanyak 500 ribu yang tersedia di Papua," tuturnya.

Salah seorang penderita kaki gajah yang ditandu petugas medis TNI AD.
Menurutnya, apabila pasokan obat tersebut habis, dapat diminta ke Dinkes Papua untuk dikirim.

"Pasokan obat kaki gajah masing-masing kabupaten dan kota diadakan oleh Dinkes setempat. Kalau habis maka bisa diminta kepada kami sebelum pengadaan obatnya tiba," katanya.

Kesulitan menjangkau ke pelosok kabupaten dan kota dirasakan oleh pihak Dinkes setempat. Sehingga, pihaknya menempatkan stok-stok obat tersebut ke kabupaten dan kota.

Pelaksanaan pemberian obat massal pencegahan penyakit kaki gajah itu akan berlangsung sampai dengan tahun 2020. Selain itu, pihaknya juga menyediakan obat untuk penyakit lainnya.

Jurnalis: Indrayadi T Hatta/ Editor: Satmoko / Foto: Indrayadi T Hatta
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: