RABU, 16 NOVEMBER 2016


SUMENEP---Ratusan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal asal Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dipulangkan ke kampung halamannya. Pasalnya, para tenaga kerja yang mencari nafkah di Malaysia tersebut tidak memiliki dokumen kerja secara resmi, sehingga ketika terjaring razia mereka dipulangkan secara paksa ke negara asalnya. Mereka rata-rata masuk dengan jalur melancong ke Negeri Jiran. Setibanya di sana mereka pun bekerja dan menjadi TKI ilegal.

 Sejak awal tahun 2016, warga dari ujung timur Pulau Madura yang menjadi TKI secara paksa tersebut, mencapai 285 orang. Di antaranya, tenaga kerja laki-laki sebanyak 223 orang dan perempuan sebanyak 62 orang. Itu pun kemungkinan besar akan mengalami penambahan, karena kepulangan TKI yang telah dideportasi tersebut, terhitung hingga bulan November ini.

 “Jadi, untuk tahun ini, sudah ada ratusan TKI asal daerah yang dideportasi dari Malaysia. Itu pun semuanya ilegal, karena mereka tidak memiliki visa kerja. Mereka masuk ke Malaysia menggunakan visa wisata, sehingga mereka tidak pulang, tetapi bekerja di sana,” kata Sukirman, Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumenep, Rabu (16/11/2016).

 
Sosok Sukirman.

Disebutkan, bahwa kasus pemulangan TKI ilegal di daerah ini terbilang tinggi, tetapi masih lebih tinggi tahun sebelumnya. Karena pada tahun 2015, ada 614 TKI ilegal yang dideportasi dari Malaysia, di antaranya tenaga kerja laki-laki sebanyak 440 orang dan tenaga kerja perempuan sebanyak 174 orang. Padahal, pihaknya seringkali melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar menjadi tenaga kerja secara resmi. Namun masih saja banyak yang memilih jalur ilegal.

 “Kami sudah sering berpesan kepada masyarakat yang ingin menjadi tenaga kerja ke luar negeri, sebaiknya menggunakan jalur resmi. Supaya tidak dipulangkan secara paksa,” jelasnya.

 Pihaknya, ke depan akan terus melakukan berbagai upaya agar masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri tidak lagi menggunakan jalur ilegal, karena dengan jalur ilegal mereka tidak akan bisa bekerja dengan tenang dan nyaman di negeri orang. Sehingga apabila terjaring razia, mereka akan dipulangkan paksa ke kampung halamannya.
Jurnalis: M. Fahrul/ Editor: Satmoko/ Foto M.Fahrul
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: