RABU, 9 NOVEMBER 2016

JAKARTA --- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus mendalami dan menyelidiki kasus perkara suap dalam proyek pembangunan sejumlah ruas jalan di Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara. Tercatat ada 3 orang yang diperiksa oleh penyidk KPK sebagai saksi untuk tersangka Amran H. Mustary, mantan Kepala Balai Pembangunan Jalan dan Jembatan Nasional (BPJN)  IX Wilayah Maluku dan Maluku Utara.


Ketiga orang yang diperiksa penyidik KPK tersebut masing-masing diantaranya adalah Soebagyo, Direktur Jalan Bebas Hambatan, Perkotaan dan Fasilitas Jalan Daerah Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpura). Kemudian Hedy Rahardian, Direktur Jembatan Ditjen Bina Marga Kemenpupera dan yang terakhir adalah Ghani Gazali Akman, Direktur Pembangunan Jalan Ditjen Bina Marga Kemenpupera.

Yuyuk Andriati, PLH Kabiro Humas KPK mengatakan "tiga Direktur Ditjen Bina Marga Kemenpupera tersebut hari ini menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK sebagai saksi terkait dengan kasus perkara suap proyek pembangunan jalan nasional di Provinsi Maluku dan Maluku Utara, ketiganya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Amran H. Mustary, mantan Kepala Balai Pembangunan Jalan dan Jembatan Nasional IX Wilayah Maluku dan Maluku Utara" katanya kepada wartawan di Gedung KPK Jakarta, Rabu siang (9/11/2016).

Selain itu, penyidik KPK rupanya mengembangkan pemyelidikan, diantaranya adalah memanggil dan melakukan pemeriksaan terhadap empat oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Bina Marga setempat, diantaranya adalah M. Safriyudin Maradjabessy, Endang, Eni Anggraeni dan Sadarih Ginting. Keempatnya diperiksa oleh penyidik KPK sebagai saksi untuk tersangka Amran H. Mustary.

Hingga detik ini, penyidik KPK telah menetapkan 3 orang Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan jalan di Provinsi Maluku dan Maluku Utara, masing-masing adalah Damayanti Wisnu Putranti, Budi Supriyanto dan Andi Taufan Tiro.

Selain itu penyidik KPK juga menetapkan tersangka lainnya, masing-masing diantaranya adalah Amran H. Mustary, mantan Kepala BPJN IX Wilayah Maluku dan Maluku Utara, kemudian Abdul Khoir, seorang pengusaha setempat, dan yang terakhir adalah 2 orang staf pribadi Damayanti Wisnu Putranti, masing-masing adalah Dessy A. Edwin dan Julia Prsetyarini.

Jurnalis : Eko Sulestyono / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Eko Sulestyono
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: