JUMAT, 11 NOVEMBER 2016

BALIKPAPAN --- Affandi Yusuf, bayi berusia tujuh bulan penderita gizi buruk, kondisinya mulai membaik. Bayi warga Banjarmasin ini tinggal di Kelurahan Manggar, Balikpapan Timur Kota Balikpapan bersama neneknya sejak bulan Juli 2016. Bayi ini dirawat di RSUD Gunung Malang pada Sabtu (6/11).


Affandy mengalami gizi buruk dan perlakuan buruk dari ibu yang mengalami gangguan jiwa sementara ayahnya merupakan buruh kasar di Balikpapan. Sebagai perantau orangtuanya, Affandi tidak ditanggung BPJS karena belum menjadi perserta. Namun rumah sakit tidak persoalan itu yang terpenting pertama penanganan medisnya.

Menurut Direktur RSUD Balikpapan Gunung Malang, Dyah Muryani, kondisi bayi gizi buruk itu jauh lebih baik dari sebelumnya. "Saat masuk beratnya hanya lima kilogram, sekarang sudah nambah jadi 5,5 kg. Memang seharusnya diusianya sekarang beratnya 9 Kg,"ungkapnya setelah mendampingi Ketua PKK Balikpapan, Arita Rizal Effendi bersama Wakil Ketua PKK, Nurlena.

Dyah mengatakan, yang harus dipikirkan identitas dan kepesertaan anggota BPJS Kesehatan karena mereka tidak punya BPJS.

"Dia pindahan dari Banjar, harus diurus ini surat pindahnya supaya bisa diurus BPJS Penerima bantuan iuran dan kepesertaan anggota BPJS bisa dipikirkan dan dibantu jalan keluar oleh dinas atau pihak terkait," pungkasnya, Jumat, (11/11/2016).

Sementara itu, dr Bawono Bhakti Sp A M Biomed mengatakan, selain menderita gizi Affandi juga menderita Edema (pembengkakan), Dermatosis pada kulit tubuh, kadar protein dalam darahnya rendah dan Diare.

"Saat ini berangsur membaik, tinggal masuk ke masa transisi dari rehabilitasi, tetapi memang untuk kriteria pulang memang belum bisa, gizi buruk ada marasmik-kwashiorkor ada kekurangan energi dan protein," tambahnya.
Jurnalis : Ferry Cahyanti / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Ferry Cahyanti
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: