KAMIS, 3 NOVEMBER 2016

JAKARTA --- Penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri dalam waktu dekat akan menjadwalkan pemanggilan pemeriksaan terhadap  Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab dipanggil Ahok terkait dengan dugaan penistaan agama yang dilakukannya pada saat dirinya  masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta beberapa waktu yang lalu.


Terkait dengan adanya pemeriksaan tersebut, Basuki Tjahaja Purnama menyatakan bahwa dirinya siap dan memastikan akan datang memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Mabes Polri pada hari Senin depan, tanggal 7 November 2016 mendatang. Ahok menjelaskan bahwa alasan kedatangannya ke Kantor Bareskrim Mabes Polri tersebut salah satunya dalam rangka memenuhi salah satu kewajibannya sebagai warga negara yang taat hukum.

"Saya pastikan besok Senin akan datang ke Kantor Bareskrim Mabes Polri untuk memenuhi panggilan penyidik untuk dimintai keterangan terkait dengan pernyataan saya tentang Ayat 51 Al Qur'an Surah Al Maidah, sebagai warga negara yang baik dan taat hukum maka saya akan datang, jadi tenang saja gak ada yang perlu dikhawatirkan" demikian dikatakan Basuki Tjahaja Purnama kepada wartawan di Jakarta, Kamis siang (3/11/2016).

Sebelumnya diberitakan bahwa Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Mabes Polri, Kombes Pol. Martinus Sitompul menyatakan bahwa sesuai dengan instruksi Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian, rencananya Basuki Tjahaja Purnama dipastikan akan diperiksa oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri pada Senin depan (7/11/2016) terkait dugaan kasus perkara penistaan agama yang diduga dilakukan  Basuki Tjahaja Purnama pada saat dirinya masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Basuki Tjahaja Purnama sebelumnya diketahui sebenarnya sudah pernah mendatangi Kantor Bareskrim Mabes Polri pada tanggal 24 Oktober 2016 yang lalu atas inisiatif pribadinya sendiri. Kedatangannya ke Kantor Bareskrim Mabes Polri tersebut  dalam rangka mengklarifikasi dan menjelaskan terkait dengan pernyataannya tentang Al Qur'an QS Al Maidah Ayat 51 yang belakangan ternyata menyinggung perasaan umat Muslim di Indonesia.

Ahok sebenarnya juga sudah meminta maaf secara resmi melalui media cetak maupun media elektronik atas ucapannya pada saat dirinya berkunjung di Kepulauan Seribu belakangan ternyata menyinggung perasaan seluruh umat Muslim di Indonesia. Namun tampaknya ada pihak-pihak tertentu yang sengaja ingin memanfaatkan isu SARA tersebut untuk menggelar aksi demonstrasi besar-besaran yang rencananya akan digelar besok Jumat (4/11/2016) di Ibukota Jakarta.

Jurnalis : Eko Sulestyono / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Eko Sulestyono
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: