SELASA, 29 NOVEMBER 2016
PONOROGO---Tanah yang berada di Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, kondisinya mengkhawatirkan. Tiap kali musim hujan, tanahnya bergerak sehingga mengkhawatirkan keselamatan warga yang tinggal di atasnya. Saat ini sudah ada empat rumah yang diperbaiki akibat tanah bergerak ini. Yakni milik Mislan, Wasono, Siswanto dan Dasi Harianto. Keempatnya bahkan rela untuk direlokasi ke tempat yang lebih aman. Mulai dari Bulan September lalu, warga Desa Tugurejo yang khawatir akan keselamatannya memilih tinggal di posko milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) atau pun mengungsi ke rumah saudara.

Salah satu pemilik rumah, Dasi Harianto menjelaskan kondisi tanah bergerak ini sudah terjadi dalam beberapa tahun, namun tahun ini yang paling parah.

Warga bergotong royong memperbaiki rumah Dasi Harianto.
"Kejadiannya kemarin, Senin (28/11/2016) sekitar pukul 20.00 WIB. Setelah hujan deras, tiba-tiba tanah di bawah rumah kami bergerak mengakibatkan tembok retak dan genteng berjatuhan," jelasnya kepada Cendana News, Selasa (29/11/2016). Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Meski rumahnya mengalami kerusakan cukup parah. Dasi Harianto mengaku bersyukur keluarganya dalam keadaan sehat.

"Kalau hujan dengan intensitas deras dan cukup lama, kami langsung berlindung ke posko atau ke rumah saudara," ujarnya.

Warga secara swadaya bekerjasama membangun kembali empat rumah yang terkena tanah bergerak. Namun Dasi Harianto meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo untuk menyediakan lahan yang lebih baik.

"Kami ingin direlokasi saja, kami takut tinggal di sini karena kondisinya mengkhawatirkan. Selain menyebabkan tembok retak juga bisa menyebabkan longsor," pungkasnya.

Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor: Satmoko / Foto: Charolin Pebrianti


Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: