KAMIS, 3 NOVEMBER 2016

SURABAYA --- Menanggapi isu SARA yang sedang bergejolak akhir-akhir ini, Komunitas Warga NU Jawa Timur menggelar aksi damai yang dilakukan pada Rabu, (2/11/2016) di depan kantor Polda Jawa Timur.


Menurut koordinator lapang aksi, Ahmad Ahrizal mejelaskan, aksi damai yang digelar kali ini merupakan aksi damai yang diikuti oleh warga atau masyarakat biasa di luar struktur ormas NU. "Maka dari itu kita menamakan diri Komunitas Warga NU Jawa Timur," ujarnya di lokasi saat diwawancarai awak media.

Warga masyarakat yang ikut, lanjut Dia, berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur. Asa dari Madura, Jember, Probolinggo, Surabaya, Banyuwangi, dan Sidoarjo. "Mohon dengan hormat kepada bapak kapolri segera menangkap penista agama. Tangkap Ahok," tegasnya.


Ada empat hal pernyataan sikap yang diusung dalam aksi damai kali ini. Pertama, kepada masyarakat khususnya warga NU diminta untuk tidak terpancing dengan isu-isu SARA yang sengaja memecah belah persatuan umat.

Kedua, kepada masyarakat diminta untuk tenang terhadap gejolak yang terjadi di negeri ini agar keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap terjaga.


Kemudian untuk yang ketiga, kepada masyarakat diminta menjaga kerukunan antar umat untuk tidak saling melukai satu sama lain. Dan yang terakhir kepada Kapolri diimbau bersikap tegas terhadap siapapun yang mengganggu stabilitas keamanan di tanah air ini.


"Seandainya Ahok tidak segera ditangkap sebelum tanggal 4 maka dikhawatirkan akan terjadi tindakan anarkis. Karena demo besar-besaran yang akan dilakukan  tanggal 4 besok sudah tercium akan ditunggangi kepentingan-kepentingan pihak tertentu. Kami mohon dengan segala hormat kepada Kapolri segera mengusut tuntas kasus ini," tandasnya.

Jurnalis : Nanang Wp / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Nanang Wp
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: