KAMIS, 17 NOVEMBER 2016

YOGYAKARTA---Didampingi belasan pengacara dari Ikatan Advokat Indonesia (IKADI) DI Yogyakarta, orang  tua korban kekerasan pada anak, Sartini (36), hari ini mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara Kepolisian Daerah DI Yogyakarta di Kalasan, Sleman, Kamis (17/11/2016). Sartini datang guna memeriksakan kondisi kesehatan anaknya, JM (1,5), yang menjadi korban kekerasan yang diduga dilakukan oleh majikannya.
Anik menggendong JM.

Selain karena ada keluhan kesehatan, pemeriksaan dilakukan juga guna membuat visum yang akan menjadi bukti pendukung dalam menindak-lanjuti kasus itu.
Salah satu pengacara kuasa hukum Sartini dari IKADI DIY, Anik Setyowati Saputri, ditemui di RS Bhayangkara, Kamis (17/11/2016), mengatakan, pihaknya bersama petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polda DIY, datang memeriksakan kondisi kesehatan JM untuk keperluan visum.
Dokter Efendi Cahyono

Menurutnya, seluruh proses pemeriksaan kesehatan JM ditargetkan selesai hari ini. Pasalnya, selain kondisi kesehatan JM yang terlihat mengalami banyak luka, pemeriksaan juga ditujukan untuk membuat visum. Di lihat dari kondisi fisiknya, kata Anik, JM sangat menderita akibat beberapa penyiksaan yang dialami. Salah satunya, pernafasan yang terganggu yang diduga akibat lama dimasukkan ke dalam kulkas.
Sementara itu, Dokter Spesialis Anak RS Bhayangkara Polda DIY, Efendi Cahyono, mengatakan, Sartini didampingi sejumlah pengacara datang untuk memeriksakan kesehatan anaknya, JM. Keluhannya ada gangguan pernafasan. Efendi mengakui memang ada sejumlah bekas luka pada JM, namun pihaknya belum bisa memastikan penyebabnya.
Sartini, JM, dan pengacara IKADI DIY.
Menurut Efendi, JM akan menjalani beberapa tahap pemeriksaan, di antaranya rontgen untuk mengetahui penyebab sesak nafasnya. Diakui Efendi, ritme pernafasan JM memang lebih cepat dibanding anak-anak normal. Namun, setiap anak memiliki ritme pernafasan yang berbeda sehingga untuk memastikan ada gangguan pada pernafasan JM harus dilakukan rontgen.
Sementara terhadap bekas luka pada perut, jari kaki kanan JM dan sejumlah bekas luka fisik lainya, Efendi menyatakan belum bisa memastikan penyebabnya. Selain luka tersebut sudah lama, tahapan pemeriksaan juga belum selesai dilakukan.
Suasana usai pemeriksaan.
JM, bocah usia 1,5 tahun anak dari Sartini, dilaporkan mengalami penyiksaan yang dilakukan oleh terlapor berinisial AC. Seperti diberitakan sebelumnya, penyiksaan yang dialami JM antara lain dimasukkan ke dalam kulkas selama satu jam lebih, hidungnya ditekan dengan tumit kaki, perutnya ditempeli besi panas dan sebagainya. Kasus tersebut dilaporkan Selasa 15 November 2016 dan kini dalam penanganan Polda DIY. Sartini berharap, kasus itu segera selesai dan pelaku dihukum seberat-beratnya.  
Jurnalis: Koko Triarko/ Editor: Satmoko / Foto: Koko Triarko
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: