JUMAT, 11 NOVEMBER 2016

SUMENEP --- Angka kematian ibu melahirkan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan, pasalnya masyarakat sudah mulai memiliki pemahaman lebih dalam menjalani proses melahirkan.

Dalam rangka mencegah tingginya angka kematian ibu melahirkan membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) daerah ujung timur Pulau Madura terus bekerja keras dan gencar melakukan edukasi kepada masyarakat dalam memberikan pemahaman tentang bagaimana menjaga kehamilan dengan baik. 

“Jadi dari tahun ke tahun angka kematian melahirkan di daerah ini terus mengalami penurunan, hal itu diketahui berdasarkan data yang kami miliki. Karena dibanding dengan tahun sebelumnya, tahun ini kematian ibu melahirkan lebih sedikit,” kata dr. Fatoni, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep, Jumat (11/11/2016).

Disebutkan, angka kematian ibu melahirkan pada tahun 2015 lalu sebanyak sembilan orang, tetapi di tahun 2016 ini, angka kematian ibu hingga bulan ini mencapai sebanyak lima orang. Oleh karena itu, selama ini upaya yang telah dilakukan dalam memberikan edukasi terhadap masyarakat untuk mencegah tingginya angka kematian ibu melahirkan sudah membuahkan hasil. Namun kedepan akan terus ditingkatkan dalam melakukan edukasi, supaya daerah ini benar-benar terbebas dari kematian ibu melahirkan.

“Kematian ibu melahirkan awalnya bukan karena mengidap penyakit. Namun ada faktor lain yang menjadi penyebab adanya kematian ibu melahirkan, salah satunya mereka tidak pernah memeriksakan dirinya. Akibatnya ia tidak terdeteksi sejak awal, sehingga terjadilah hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.
Jurnalis : M. Fahrul / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : M.Fahrul
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: