SELASA, 29 NOVEMBER 2016
YOGYAKARTA---Kultur masyarakat di kawasan Pesisir Selatan DI Yogyakarta, meliputi Kabupaten Kulon Progo, Bantul dan Gunung Kidul, dipastikan akan mengalami perubahan besar pasca dibangunnya Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS) sepanjang 123 Kilometer yang ditargetkan selesai tahun 2019. Jika tak diantisipasi sejak sekarang, dikhawatirkan pembangunan JJLS itu justru akan berdampak negatif.

Pembangunan JJLS yang salah satunya dilakukan guna mendukung akses menuju Bandara Udara Kulon Progo yang saat ini juga masih dalam tahap pembangunan, akan memberikan dampak perubahan yang besar di semua sektor kehidupan warga sekitar. Tidak hanya kultur, namun juga kondisi sosial dan ekonomi.

Bayudono, Ketua Dewan Riset Daerah Isitimewa  Yogyakarta.
"Jika tak diantisipasi sejak dini, perubahan itu bisa saja justru memberi lebih banyak dampak negatif, seperti munculnya prostitusi dan sebagainya," ujar Ketua Dewan Riset DI Yogyakarta, Bayudono, usai diskusi bertema Antisipasi Perkembangan Kawasan Pantai Selatan Pasca Konstruksi JJLS, di Komplek Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (29/11/2016).

Menurut Bayudono, kehadiran JJLS dipastikan akan meningkatkan gairah perekonomian di sekitarnya seperti meningkatnya pariwisata, tumbuhnya kawasan industri dan alih fungsi lahan dari pertanian atau perkebunan menjadi tempat bisnis atau perumahan.­

"Perubahan itu harus disikapi Pemerintah sejak dini, misalnya dengan memberikan pelatihan pelayanan kepariwisataan, pelatihan pengembangan pertanian di lahan yang terbatas, memanfaatkan hasil laut dan pelatihan desa wisata," ungkapnya.

Selain itu, Pemerintah juga harus terus-menerus menggiatkan dan menanamkan nilai-nilai kebudayaan kepada generasi muda sebagai upaya penguatan budaya agar tidak luntur. Tanpa adanya pelatihan dan penguatan budaya, perubahan sosial, budaya dan ekonomi akibat pembangunan JJLS itu dikhawatirkan justru akan menyebabkan terjadinya gegar budaya.

Jurnalis: Koko Triarko / Editor: Satmoko / Foto: Koko Triarko
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: