KAMIS 3 NOVEMBER 2016
MATARAM - Puluhan Guru dan pegawai honorer dan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Anti Korupsi (ARAK), Kabupaten Dompu melakukan aksi demonstrasi di depan Polda NTB, menuntut kejelasan penangan kasus dugaan korupsi pengangkatan K2 dan meminta Polda NTB serius menangani masalah itu.

Demo ARAK menuntut Polda NTB Serius menangani masalah korupsi.

Masa aksi menuding penyidik Polda NTB selama ini tidak serius menangani, karena kasusnya sudah berlangsung lama, tanpa ada kejelasan penyelesaian pasti.

"Kami melihat, dalam penanganan kasus dugaan korupsi pengangkatan guru dan pegawai honorer K2 yang dilakukan Pemkab Dompu tidak serius dilakukan aparat kepolisian," kata Kordinator aksi, Hanapi di Mataram, Kamis (3/11/2016).

Karena itu dirinya menagih janji dan mempertanyakan kasus penangan korupsi K2 bernilai miliaran rupiah yang ditangani Polda NTB, kenapa mandek dan belum ada kejelasan penangan sampai sekarang.

Ia juga menyorot proses pengangkatan K2 di Kabupaten Dompu yang dinilai tidak profesional dan transparan, banyak penyelewengan dan suap

"Saya berharap dalam penanganan kasus dugaan korupsi K2 di Kabupaten Dompun tidak ada permaianan di antara aparat kepolisian dan Pemkab Dompu, sehingga bisa memberikan rasa keadilan bagi masyarakat, terutama yang haknya diperjualbelikan oknum pejabat di Dompu."

Hanapi menambahkan dalam kasus pengangkatan K2 Kabupaten Dompu, ada 132 orang guru dan pegawai pemerintahan honorer yang seharusnya tidak berhak diangkat dan mendapatkan K2, tapi karena adanya permainan uang, makanya mereka bisa diangkat.

Jurnalis: Turmuzi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Turmuzi
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: