SELASA, 1 NOVEMBER 2016

BALI --- Manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai kembali menggelar Pelatihan Manajemen Resiko berbasis ISO 31000:2011. Berlangsung selama dua hari, pelatihan dibuka langsung oleh Co. General Manager, Putu Puja Supradnyana di Hotel Novotel, Bali Airport.


Pada dasarnya Bandara I Gusti Ngurah Rai sudah menerapkan standar manajemen resiko SNI ISO 31000:2011. Namun demikian untuk meningkatkan kesadaran akan budaya risiko, diperlukan upaya yang berkesinambungan.

“Lingkungan kerja bandara, di manapun, memang sarat akan terjadinya incident atau accident. Tetapi di sisi lain kami memiliki target zero accident. Untuk itu, diperlukan upaya yang berkelanjutan dalam menumbuhkembangkan budaya resiko di seluruh lini dan unit kerja Bandara I Gusti Ngurah Rai,” ujar Putu Puja

“Resiko itu dapat dikelola, dihindari. Untuk menghindari resiko yang mungkin dapat terjadi maka kita semua harus memiliki kesadaran yang tinggi dan memahami betul akan budaya resiko,” tambahnya.


Dalam pelatihan kali ini seluruh peserta diberikan pemahaman prinsip-prinsip manajemen resiko, mengevaluasi dan memperlakukan resiko-resiko yang mungkin dapat terjadi dalam menjalankan operasional bandara.
Jurnalis : Bobby Andalan / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Bobby Andalan
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: