SELASA, 1 NOVEMBER 2016

BANDUNG --- Pelarangan penggunaan styrofoam di Kota Bandung mulai diberlakukan pada hari ini, Selasa (1/11/2016). Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sudah menerbitkan surat edaran pelarangan yang ditunjukan kepada pengusaha makanan dan minuman.


Walikota Bandung, Ridwan Kamil menyampaikan, setiap kelurahan di Kota Bandung akan berperan memantau program tersebut.

"Kami akan monitor, nanti dilihat seperti apa pengaruhnya pelarangan styrofoam ini. Penegaknya nanti ada di lurah," ujar Ridwan, di Jalan Kesatriaan, Kota Bandung, Selasa (1/10/2016).

Pihaknya akan memberikan sanksi tegas untuk pelaku usaha yang 'bandel' menggunakan strofoam untuk mengemas produknya. Pria karib disapa Emil ini tak akan segan mencabut izin usaha yang sudah dikantongi perusahaan tersebut.

"Sanksinya bertahap, dari mulai lisan sampai pencabutan izin jika tetap ngotot. Harapan kita ini berhasil, bisa dilaksanakan," ucapnya.

Diketahui, program ini sudah digagas oleh Pemkot juga Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bandung sejak bulan lalu.

Aturan pelarangan styrofoam ini mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) K3 (Kebersihan, Ketertiban dan Keindahan), juga Undang-Undang nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan.

Sebelumnya Kota Kembang juga memberlakukan aturan plastik berbayar yang dimulai 12 Februari 2016 lalu Emil mengklaim kebijakan tersebut berhasil menekan angka sampah plastik hingga 25 persen.

"Mudah-mudahan ini juga berhasil seperti waktu kita menjual plastik berbayar," pungkasnya.
Jurnalis : Rianto Nudiansyah / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Rianto Nudiansyah
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: