JUMAT 11 NOVEMBER 2016

MALANG --- Ratusan pedagang pasar Merjosari Jumat pagi (11/11/2016) menggelar aksi demo di depan kantor Balaikota Malang. Para pendemo ini menuntut agar pasar Merjosari dijadikan pasar tetap karena mereka menganggap bangunan baru pasar Dinoyo belum layak ditempati.

Demo pedagang Pasar Dinoyo di depan balaikota.


Selain membawa berbagai tulisan yang ditujukan kepada Walikota Malang, mereka juga membawa berbagai sayuran sebagai bentuk protes mereka. Dalam aksinya tersebut, para pedagang ini mendapat dukungan dari beberapa organisasi mahasiswa di antaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

"Bangunan Pasar Dinoyo yang sekarang ini belum bisa dikatakan layak mulai dari tinggi bangunan, Amdal lalin dan jalur evakuasi semuanya belum layak karena tidak sesuai dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah disepakati," jelas koordinator aksi, Sabil El-Achsan.

Ia menambahkan, selain itu kami dan para pedagang juga menganggap bahwa PT.CGA telah melakukan wanprestasi, karena pembangunan yang seharusnya selesai 450 hari tapi hingga sekarang pasar belum juga selesai bahkan banyak yang keliru, tandasnya.

Lebih lanjut ia juga meminta agar Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pasar untuk menghentikan segala bentuk tindakan intimidasi kepada para pedagang Pasar Merjosari.

"Bentuk tindakan intimidasi kepada pedagang yang kami maksudkan disini yaitu seperti pemagaran pasar menggunakan seng maupun ancaman pencabutan listrik dan restribusi," pungkasnya.

Sementara itu dari pantauan Cendana News, usai melakukan orasi di depan kantor Balaikota, para pengunjuk rasa ini bergeser ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang untuk melakukan aksi dan tuntutan yang sama. Selanjutnya mereka membubarkan diri dengan tertib.

Sebagai informasi, para pedagang ini dulunya adalah pedagang Pasar Dinoyo. Karena pasar tersebut akan direnovasi oleh pihak investor PT. Citra Gading Asritama (CGA) para pedagang ini kemudian di relokasi ke tempat penampungan sementara Pasar Merjosari.

Namun setelah Pasar Dinoyo selesai direnovasi, para pedagang ini enggan kembali ke pasar Dinoyo karena mereka menganggap bangunan pasar yang baru masih belum layak dan tidak sesuai dengan perjanjian.

Jurnalis: Agus Nurchaliq/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Agus Nurchaliq
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: