SENIN, 28 NOVEMBER 2016
LAMPUNG---Banjir dengan material tanah yang menimpa sebanyak 8 rumah warga berikut 1 buah masjid di Desa Hatta Kecamatan Bakauheni telah mendapat penanganan dari pihak pelaksana Tol Trans Sumatera (JTTS). Humas PT Pembangunan Perumahan (PP) selaku pelaksana tol seksi 1 ruas Bakauheni-Terbanggibesar, Yus Yusuf, bahkan langsung meninjau lokasi dan mengerahkan seluruh pekerja tol di titik yang terkena longsoran tanah dan banjir. Puluhan pekerja tol bahu membahu dengan warga membersihkan rumah warga yang tergenang air dengan kondisi rumah berantakan dan sebagian besar barang hanyut terbawa banjir. Yus Yusuf berjanji akan mengganti semua kerugian yang dialami warga sebagai imbas dari tersumbatnya saluran gorong-gorong yang berakibat rumah warga tergenang air dan membawa material longsoran tanah ke dalam rumah.

Yus Yusuf mengungkapkan, saat ini petugas dibantu oleh pihak kepala dusun dan kepala desa sedang menyelesaikan pendataan jumlah rumah yang terkena dampak langsung dari banjir disertai material longsor yang mengakibtkan rumah warga terendam. Berdasarkan estimasi sementara beberapa rumah bahkan dihitung mengalami kerugian sekitar Rp 40 juta-Rp 110 juta. Besaran kerugian tersebut di antaranya terjadi akibat kerusakan fisik rumah, benda-benda elektronik berupa kulkas, televisi, magicom, kendaraan bermotor dan fasilitas sumur yang terendam.

Kotoran di lantai sedang dibersihkan, sisa banjir yang menimpa rumah warga.
"Sementara kita hentikan pengerjaan proyek di pintu keluar tol ini untuk membantu warga yang terkena musibah dan kita siapkan juga konsumsi, kasur untuk tidur dan terkait kerugian material akan didata lebih lanjut secara mendetail oleh pemerintah desa," terang humas PT PP Yus Yusuf saat ditemui Cendana News di lokasi rumah warga yang terimbas longsoran dan banjir akibat pembangunan Tol Sumatera di Desa Hatta,Senin (28/11/2016).

Ia bahkan mengaku, pihak pelaksana tol Sumatera akan bertanggungjawab atas musibah tersebut dengan sementara memberikan konsumsi untuk warga terdampak banjir, memberikan peralatan tidur, makanan juga akan memberikan kompensasi sesuai kerugian yang dialami. Petugas dari desa, kecamatan, dan juga dari Polsek Penengahan bahkan terlihat bahu membahu membantu warga yang terkena musibah di antaranya mengeluarkan barang-barang yang masih berada di dalam kondisi terendam banjir dan material tanah.

Kasur warga sedang dibersihkan.
Sementara itu, berdasarkan data petugas Desa Hatta, sebagian rumah yang tertimpa banjir dengan material tanah longsor yang masuk ke dalam rumah di antaranya terjadi pada rumah warga sebagai berikut dengan nilai perkiraan kerugian berdasarkan jumlah barang yang rusak dan hilang:

1. Zarok (50) mengalami kerugian sekitar Rp 50 juta.
2. Zubaidah (43) mengalami kerugian sekitar 10 juta.
3. Mushola umum milik warga mengalami kerugian 60 juta.
4. Kaipi dan Minah yang tinggal berhimpitan mengalami kerugian sekitar Rp 160 juta.
5. Suparlan dan Tumini yang tinggal berhimpitan  mengalami kerugian total Rp 130 juta.
6. Ponidi mengalami kerugian sebesar Rp 100 juta.
7. Syehabudin mengalami kerugian sekitar Rp 40 juta.

Data tersebut sekaligus meralat data sebelumnya yang menyebut warga mengalami kerugian rata-rata di atas 100 juta. Selain itu beberapa warga yang berstatus tinggal dalam dua rumah masih berhubungan keluarga disatukan dalam satu perhitungan untuk memudahkan proses pendataan.

Kepala Desa Hatta, Tumenggung Lekok mengaku, potensi banjir susulan masih akan terjadi dengan material longsor dari tanah timbunan tol Sumatera akibat belum adanya proses penaludan. Ia mengimbau agar masyarakat tetap berhati-hati dan waspada. Selain itu ia berharap warga yang mengalami kerugian baik berupa rumah atau perkebunan bisa segera melaporkan ke pihak desa untuk dilaporkan kepada pihak PT PP terkait penggantian rugi. Sebab ia mengaku, sebagian warga yang terkena imbas dari banjir dan longsor tersebut masih dalam tahap awal pendataan dan akan dilakukan kepastian terkait nilai kerugian yang dialami.

Peninjauan terhadap saluran air yang menjadi penyebab banjir.
"Air baru bisa mengalir setelah sumbatan pada gorong-gorong dikeluarkan sementara jika debit air besar pada saat hujan deras yang masih terjadi akan menimbulkan banjir lagi," ungkap Tumenggung Lekok, Kepala Desa Hatta yang menunjukkan gorong-gorong yang menjadi biang penyebab terendamnya rumah warga.

Ia mengaku, sementara waktu masyarakat secara bergotong royong membersihkan sebagian rumah warga yang terendam banjir. Berdasarkan rencana warga yang rumahnya tidak bisa ditempati sementara waktu bagi kaum perempuan akan ditampung di rumah salah satu warga yang tidak terkena banjir. Bagi kaum laki laki sebagian memilih menunggu rumah dan tidur di kasur bantuan yang telah disiapkan. Lokasi tempat dibuatnya dua gorong-gorong semula menurut kepala desa setempat merupakan sebuah sungai namun akibat pembangunan tol Sumatera lubang yang dibuat sering tersumbat material batu dan tanah terutama saat kondisi hujan deras.

Pantauan Cendana News hujan terus mengguyur lokasi perumahan warga sehingga warga terpaksa mengungsikan barang-barang berharga yang mereka miliki. Selain khawatir akan adanya banjir susulan dengan kondisi hujan yang cukup deras, sebagian warga takut menempati rumah akibat rumah yang nyaris roboh seperti yang dimiliki oleh Ponidi dengan kondisi dinding rumah jebol dan lantai amblas akibat genangan air.

Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Satmoko/ Foto: Henk Widi



Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: