KAMIS 17 NOVEMBER 2016

SAMPANG --- Tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur daerah utara Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, membuat debit air Sungai Kemuning tepatnya berada di tengah kota ini meningkat drastis. Akibatnya air tersebut meluap karena sungai yang berada di dataran rendah tidak mampu menampung air hujan dan akhirnya meluap hingga kembali merendam jalanan dan rumah-rumah warga pada hari Kamis (17/11/2016) pagi.

Bagian wilayah Kota Sampang yang terendam banjir.


Banjir bagi masyarakat daerah ini merupakan agenda rutin pada saat musim hujan, sehingga meskipun di wilayah kota ini tidak diguyur hujan bisa saja terjadi banjir. Sebab banjir yang seringkali merendam rumah penduduk ini merupakan banjir kiriman ketika di wilayah utara daerah ini sedang diguyur hujan dengan waktu lama dan intensitas curah hujan yang cukup tinggi.

“Banjir yang melanda kota ini terjadi sejak sekitar pukul 06.00 WIB  pagi, itu merupakan banjir kiriman dari wilayah utara daerah ini, karena kemarin di wilayah kota tidak terjadi hujan. Tetapi di wilayah utara yang hujan hampir seharian, akibatnya air kiriman yang masuk ke Sungai Kemuning meluap hingga merendam kota ini,” kata Sadin (28), salah seorang warga di Dusun Glisgis, Desa Gunung Maddah, Kecamatan Kota Sampang, Kamis (17/11/2016).

Disebutkan, bahwa ketika banjir sedang melanda masyarakat mulai ketakutan, mereka khawatir hujan kembali terjadi, sehingga nantinya dapat membuat ketinggian banjir semakin bertambah. Pasalnya ketika pemukiman warga terendam jelas akan membuat mereka kebingungan, sebab aktivitas yang biasa ia lakukan tidak berjalan lancar seperti hari-hari biasanya.

“Musibah banjir ini memang tidak bisa dihindari lagi ketika pada saat musim, sehingga keresahan masyarakat setiap musim hujan terus terjadi. Karena banjir ini bukan satu atau dua kali saja, namun terlalu sering banjirmelanda pemukiman penduduk di daerah ini,” jelasnya.

Sedangkan ketinggian banjir yang berkisar berkisar antara 40-70 sentimeter, itupun sangat menyulitkan warga untuk menjalankan aktivitas. Akibatnya mereka hanya memilih berdiam diri di rumahnya masing-masing sambil menunggu banjir surut.

Jurnalis:  M. Fahrul/Editor: Irvan Sjafari/Foto: M.Fahrul
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: