SENIN, 28 NOVEMBER 2016
YAHUKIMO---Guna mendukung kebijakan Presiden Republik Indonsia (RI) Joko Widodo tentang kebijakan pemerintah BBM satu harga se-Nusantara, Bank Indonesia perwakilan Papua terus mengelilingi 29 Kabupaten/Kota se-Papua dengan program kas keliling penukaran Uang Pecahan Kecil (UPK). Salah satu bukti nyata dukungan kebijakan BBM satu harga se-Nusantara yang dilakukan Bank Indonesia perwakilan Papua ini, dengan mengunjungi Agen Penjualan Minyak dan Solar (APMS) Kaluku Mas di kompleks paradiso Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Jumat-Sabtu (25-26/11/2016).

Dari pantauan Cendana News di lokasi tersebut, tampak puluhan motor dan mobil mengantri pengisian BBM jenis premium (bensin), grafik pembelian BBM di APMS tersebut dimulai sejak pukul 07.00 WIT– 12.00 WIT, di atas jam ini transaksi jual beli BBM ditutup. Rata-rata sebagian besar pembeli memahami kurangnya uang kecil di APMS tersebut, sehingga harga bensin Rp 6.450 digenapkan atas kesepakatan penjual dan pembeli menjadi Rp 6.500 lantaran tak ada pengembalian uang kecil Rp 50 oleh pemilik APMS.

Suasana antre pembelian BBM di APMS Kaluku Mas Dekai, Yahukimo, Papua.
“Iya harganya memang Rp 6.450, tapi kami sebagai pembeli paham kalau tak ada uang kembalian, jadi kami sendiri yang bulatkan saja jadi Rp 6.500,” kata Randy salah satu pembeli bensin kepada Cendana News.

Sementara, Decky Rumpaiso selaku Koordinator APMS Kaluku Mas mengakui, selama ini pihaknya alami kendala pengembalian uang kecil, dengan adanya kas keliling dari Bank Indonesia ini pihaknya sangat terbantu stok uang pecahan kecil.

Stok pecahan uang yang disediakan Bank Indonesia guna memudahkan pelayanan pembelian BBM.
“Kas keliling dari Bank Indonesia ini sangat  bagus sekali, karena di sini kami sangat kekurangan uang kecil, khususnya buat pelayanan BBM memang terkendala uang kecil,” kata Decky. Ia berharap, dengan adanya stok uang kecil di APMS Kaluku Mas ini, pihaknya dapat melayani masyarakat dengan mudah, tanpa harus berpikir uang pecahan kecil yang selama ini sangat susah didapatkan.

“Harga bensin sebelumnya Rp  7.500, setelah diresmikan BBM satu harga, kami menjual bensin sesuai harga normal yang sekarang Rp 6.450. Adanya uang kecil ini memudahkan kami dalam pelayanan jual BBM,” tuturnya.

Koordinator tim kas keliling BI perwakilan Papua, Anru L. Sinambela mengatakan, tujuan kas keliling ini sebagai perpanjangan tangan membantu program pemerintahan Jokowi tentang BBM satu harga di Papua.

Warga tertib menunggu dilayani dalam proses jual beli BBM di APMS Kaluku Mas Dekai, Yahukimo, Papua.
“Peran kami untuk menyediakan ketersediaan uang pecahan kecil dari Rp 20 ribu sampai uang logam 50 rupiah agar tersedia di Yahukimo dalam membantu proses pengembalian uang kecil dalam transaksi pembelian BBM,” kata Anru.

Sebelumnya, Adi Purwantoro selaku Asisten Direktur Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia provinsi Papua mengatakan, dukungan tersebut masuk dalam program yang telah disusun dan tengah dilaksanakan selama bulan ini hingga bulan depan, di mana total keseluruhan uang receh tersebut sebanyak Rp 15 miliar lebih.

“Jangka waktu dari bulan November 2016 sampai dengan akhir tahun, ini dalam rangka mendukung kebijakan BBM 1 harga,” tegas Purwantoro, Selasa (22/11/2016).

Jurnalis: Indrayadi T Hatta/ Editor: Satmoko / Foto: Indrayadi T Hatta

Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: