SENIN, 21 NOVEMBER 2016

JAKARTA---Gubernur non-aktif Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab dipanggil Ahok rencananya besok Selasa, (22/11/2016), akan segera menjalani pemeriksaan perdana untuk pertama kalinya sebagai tersangka terkait dengan kasus perkara penistaan agama dalam Al Qur'an Surah Al Maidah Ayat 51 sebagaimana yang dituduhkan kepadanya.

Kalau tidak ada perubahan, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok akan menjalani pemeriksaan oleh penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri yang rencananya akan dilaksanakan di Gedung Ruang Pertemuan Utama (Rupatama) Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, kawasan Blok M, Jakarta Selatan, pada sekitar pukul 09.00 atau 10.00 WIB hingga selesai.

Sebelumnya diberitakan, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dilaporkan kepada pihak Bareskrim Mabes Polri karena diduga telah melecehkan Al Qur'an Surah Al Maidah Ayat 51 pada saat menyampaikan pidatonya di hadapan warga masyarakat. Saat itu dirinya sedang mengunjungi Pulau Pramuka di kawasan Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, pada beberapa waktu yang lalu.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol. Boy Rafli Amar sedang memberikan pernyataan terkait kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok.
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tersebut sebenarnya sempat menjalani pemeriksaan intensif namun masih berstatus sebagai saksi terkait kasus perkara dugaan penistaan agama di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada 7 November 2016 yang lalu.

"Rencananya, besok Selasa pagi, (22/11/2016), gubernur non-aktif Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan perdana di Gedung Rupatama Mabes Polri sebagai tersangka terkait dengan kasus perkara dugaan melakukan penistaan agama yang dituduhkan kepadanya. Intinya sebenarnya pemeriksaan terhadap yang bersangkutan persis sama dengan pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri sebelumnya," demikian kata Irjen Pol. Boy Rafli Amar, Kadiv Humas Mabes Polri di Jakarta, Senin (21/11/2016).

Jurnalis: Eko Sulestyono / Editor: Satmoko / Foto: Eko Sulestyono


Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: