KAMIS, 24 NOVEMBER 2016
SUMENEP---Bayi mungil dengan kondisi tergeletak di bawah pohon jati di Desa Pragaan Daja, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggegerkan warga setempat pada hari Kamis (24/11/2016). Bayi tersebut diduga hasil hubungan gelap yang dibuang oleh orang tuanya. Pasalnya bayi malang itu masih terlilit ari-ari di pusarnya serta berlumuran darah sehingga masyarakat langsung membawanya ke Puskesmas daerah setempat untuk mendapatkan penanganan medis.

Bayi mungil perempuan itu ditemukan warga bernama Juhara (60) saat hendak membuang sampah ke bawah pohon jati di sebelah rumahnya. Namun ketika tiba di tempat ia biasa buang sampah terlihat seorang bayi dengan kondisi terlentang. Setelah penasaran ia langsung menghampiri dan membawa ke rumahnya untuk dibawa ke Puskesmas karena bayi yang ditemukan ternyata masih hidup sehingga membutuhkan perawatan medis.

Bayi yang dibuang orang tuanya sedang dirawat di Puskesmas Kecamatan Pragaan.
“Saya kaget setelah melihat bayi sedang tergeletak di bawah pohon jati dan saya langsung membawa pulang ke rumah untuk dibawa ke Puskesmas, karena bayi itu dalam kondisi hidup. Makanya, kalau tidak dibawa ke Puskesmas khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” kata Juhara (60), salah seorang warga yang menemukan bayi itu di Desa Pragaan Daja, Kecamatan Pragaan, Kamis (24/11/2016).

Disebutkan, bahwa dengan penemuan bayi mungil tersebut membuat warga setempat geger, sehingga masyarakat hilir mudik mendatangi Puskesmas dimana ia dirawat untuk mengetahui kondisi bayi yang dibuang oleh orang tuanya. Apabila tidak ada yang mengakui anak tersebut, Juhara akan merawat dan mengasuhnya seperti anaknya sendiri, sehingga ketika sudah tidak lagi membutuhkan perawatan medis nanti akan dibawa pulang ke rumahnya.

“Jadi kalau tidak ada yang mengaku terhadap anak ini, kami akan mengasuhnya. Karena bayi ini sangat sehat dan mungil. Ia diketahui memiliki berat 2,5 kilo gram, sehingga kami hanya menunggu dari pihak Puskesmas, apakah boleh dibawa pulang atau masih harus ditangani secara medis dulu,” jelasnya.

Petugas Puskesmas merawat bayi yang ditemukan itu secara baik dan hati-hati.
 Sementara AKP Jawali, Kapolsek Pragaan mengatakan, saat ini bayi malang tersebut masih mendapatkan perawatan secara intensif di Puskesmas, meskipun warga yang menemukan bayi malang itu tetap bersikukuh ingin mengasuhnya sendiri. Siapa pun yang akan mengambilnya tidak akan diberikan, termasuk kedua orang tuanya apabila suatu saat hendak mengambilnya.

“Sekarang bayi itu masih berada di Puskesmas untuk mendapatkan perawatan intensif dan warga yang menemukan tetap ingin diasuh sendiri,” terangnya.

Jurnalis: M. Fahrul / Editor: Satmoko / Foto: M. Fahrul

Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: