RABU, 30 NOVEMBER 2016
PONOROGO---Memasuki musim penghujan, kota Reyog seperti tidak ada habisnya menghadapi bencana. Meski dalam skala kecil, namun intensitas bencana yang melanda Ponorogo banyak, mulai dari longsor, banjir, puting beliung, dan tanah gerak.

Kemarin, Selasa (29/11/2016) terjadi bencana longsor akibat tanah gerak di Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo. Empat rumah kondisinya mengkhawatirkan, bahkan para pemilik mengaku siap direlokasi karena khawatir keselamatannya terancam.

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, menjelaskan mengenai kondisi Ponorogo yang rawan bencana.
Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni menjelaskan Ponorogo meski bencana tidak dalam skala besar, jumlahnya yang banyak sudah menghabiskan dana untuk bantuan bencana.

"Kami hanya bisa mengupayakan bantuan sementara, karena mendekati akhir tahun, sudah tidak ada dana sama sekali," jelasnya kepada Cendana News saat ditemui di Paseban Alun-Alun Ponorogo, Rabu (30/11/2016).

Menurutnya, bukan tanpa alasan dana bantuan sudah habis. Pasalnya, sejak awal tahun Ponorogo sudah dihadang bencana banjir. Meski banjir lekas surut, dampaknya pada kerusakan jalan dan talud saluran air harus diperbaiki.

"Apalagi ada beberapa warga yang minta relokasi, tentunya butuh kajian yang mendalam," tuturnya.

Kajian tersebut meliputi ganti rugi, tanah yang akan ditempati apakah aman atau tidak, lapangan pekerjaan dan lain sebagainya.

"Kami hanya bisa mengupayakan bantuan sementara seperti bahan makanan dan pakaian bekas, kalau untuk menyelesaikan secara tuntas tidak bisa," pungkasnya.

Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor: Satmoko / Foto: Charolin Pebrianti


Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: