RABU, 30 NOVEMBER 2016
LAMPUNG---Puluhan elemen massa Laskar Singa Aceh dari Lhokseumawe dan beberapa elemen dari Front Pembela Islam (FPI) dari wilayah Bireun Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dengan mengendarai kendaraan pribadi dipastikan berangkat bergabung dengan massa lainnya dalam rencana aksi 2 Desember mendatang. Aksi yang akan digelar oleh berbagai elemen masyarakat Islam dalam rangka mengawal kasus hukum dugaan penistaan agama terhadap gubernur non-aktif Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Mabes Polri.

Sesampainya di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni para rombongan tersebut langsung diperiksa oleh petugas satuan gabungan dari Yonif 143/TWEJ, personil Kodim 0421/LS, petugas Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni. Berdasarkan pemeriksaan tidak ditemukan barang-barang mencurigakan dan berbahaya yang dibawa oleh para penumpang yang terdiri dari elemen masyarakat Islam tersebut.

Pemeriksaan bus untuk mengantisipasi arus demo 2 Desember 2016.
“Anggota gabungan tetap melaksanakan pemeriksaan rutin terhadap kendaraan yang melintas namun tidak ditemukan barang berbahaya terkait aksi yang akan digelar pada 2 Desember mendatang tersebut,” terang Kapol KSKP Bakauheni Aiptu Nawardin di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Rabu sore (30/11/2016).

Meski tidak menemukan barang-barang berbahaya namun dipastikan para elemen masyarakat yang berasal dari Aceh tersebut akan bergabung dengan masyarakat dari berbagai wilayah di Indonesia untuk aksi damai yang akan dilangsungkan di Monumen Nasional Jakarta.

Pos pengamanan di pertigaan Pasar Bakauheni.
Pemeriksaan secara rutin dan intensif selain dilakukan kepada setiap kendaraan pribadi untuk memeriksa rombongan massa yang akan menuju Jakarta untuk aksi juga dilakukan pemeriksaan rutin mengantisipasi penyelundupan narkotika dan barang-barang berbahaya. Pemeriksaan intensif dilakukan untuk mengantisipasi penyelundup barang terlarang dengan memanfaatkan kelengahan anggota yang berjaga di Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni.

Berdasarkan pemeriksaan rombongan massa dari Aceh tersebut akan menuju ke Jakarta dengan naik kendaraan pribadi avanza warna silver dengan nomor polisi B 1116 TRJ dan kendaraan avanza hitam BK 1671 GW. Berdasarkan keterangan ketua rombongan Abdul Salam para anggota FPI dan Laskar Naga Singa asal Aceh berencana akan ikut aksi bersama ribuan masyarakat lain di Jakarta.

Sementara itu rombongan lain yang berasal dari beberapa provinsi di Pulau Sumatera tengah melakukan perjalanan yang terpantau hingga sore ini sampai di Kabupaten Way Kanan Lampung dan terkonfirmasi dari anggota Polres Way Kanan sebanyak 14 bus menuju Bakauheni sebelum menyeberang ke Jakarta.

Sebanyak 14 bus tersebut dipastikan terdiri dari 9 bus asal Bukitinggi Sumatera Barat,1 bus kota Padangpanjang,4 bus asal kota Padang. Bus-bus yang mengangkut rombongan berbagai elemen masyarakat yang akan mengikuti unjuk rasa damai di Jakarta tersebut terdiri dari sekitar 600 orang berbagai elemen yang ada di Sumatera Barat.

“Mengingat perjalanan yang masih cukup jauh dipastikan rombongan massa dengan kendaraan bus berbagai elemen akan sampai di sini pada tengah malam ini,” ungkap Prada Mario dari Yonif 143/TWEJ.

Penyekatan penjagaan juga terus dilakukan oleh Polres Lampung Selatan dari berbagai kesatuan di antaranya puluhan personil pengendali massa (Salmas) Satuan Sabhara berjaga di perempatan pasar Bakauheni dengan mendirikan tenda posko keamanan. Sementara itu berbagai titik penting mulai dari perempatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran, perempatan Kota Dalam Kecamatan Sidomulyo, Simpang Palas dan simpang pasar Bakauheni yang setiap pos terdiri dari 60 personil gabungan dari beberapa Polsek.

Jurnalis: Henk  Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: