SENIN, 21 NOVEMBER 2016
BALIKPAPAN---KPUD kota Balikpapan siap melelang berkas surat suara, bilik suara, dan formulir Pemilu 2006 hingga 2013. Lelang dilakukan setelah KPU kota mendapatkan persetujuan dari Kearsipan Negara, dan KPKNL untuk melakukan lelang dan pemusnahan.

Ketua KPUD Balikpapan, Noor Thoha, menjelaskan persetujuan itu karena barang-barang yang dilelang itu merupakan milik negara, sehingga diperlukan persetujuan.

"Sekarang ini tinggal eksekusi. Nanti kita plenokan berapa keseluruhan logistik yang akan dimusnahkan dan dilelang. Nanti KPKNL yang eksekusi," jelasnya Senin, (21/11/2016).

Ketua KPUD Balikpapan Noor Thoha di samping satu kontainer berkas Pemilu yang siap dilelang dan dimusnahkan.

Adapun jumlah barang siap lelang mencapai 1 kontainer yang terletak di bagian belakang gedung KPUD. Sementara berkas yang rusak sudah siap untuk dimusnahkan sudah bercampur dengan air sehingga berbentuk gumpalan hitam kertas basah.

Menurut Thoha, lelang ini akan terbuka untuk umum. Nanti jika tidak ada yang berminat atau gagal lelang maka barang itu akan dimusnahkan. "Lelang dilakukan sampai tiga kali nanti, kalau nggak laku-laku, nggak ada yang mau, ya kita musnahkan. Kertas-kertas itu adalah barang laku yang bisa didaur ulang jadi bubur kertas," ulasnya.

Dari data-data KPUD kota, diketahui berat berkas Pilwali tahun 2006 sebanyak 1.372 kg,  tahun 2011 sebanyak 2.014 kg dan berkas Pilgub 2008 sebanyak 1.308 kg serta  berkas Pilgub 2013 sebanyak 2.380 kg.

Selain itu, ia menjelaskan, dari lelang itu akan ada uang masuk yang nantinya dimasukkan ke dalam kas negara. "Sudah ditaksir barang itu oleh KPKNL kira-kira nilainya sekian. Nanti kita lelang," ucapnya.

Lanjut Thoha, barang-barang yang sudah yang dilelang dan dimusnahkan itu tidak digunakan lagi, dan menumpuk di gudang KPU. Sehingga gudang KPU penuh dan tak bisa menampung lagi.

Jurnalis: Ferry Cahyanti / Editor: Satmoko / Foto: Ferry Cahyanti
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: