KAMIS, 17 NOVEMBER 2016

PONOROGO --- Bermula dari hobi bermain tamiya atau mobil balap mini asal Jepang, Safrian Daffa Maulana (11 tahun) sering menang dalam berbagai kejuaraan tamiya. Puluhan trofi pun berhasil dikumpulkan sejak usia 7 tahun.

Daffa, tamiya dan beberapa trofi yang diraihnya dari berbagai lomba
Daffa, panggilan akrab Safrian Daffa Maulana ini mengaku awalnya tertarik saat melihat perlombaan tamiya di Alun-alun Ponorogo, kemudian ia meminta ayahnya membelikan tamiya seharga belasan ribu.

"Menariknya itu karena laju kendaraan bisa ditentukan sendiri. Ingin kencang, pelan, atau bisa tahan guncangan, terserah yang dimau," jelasnya kepada Cendana News, Kamis (17/11/2016).

Ia pun belajar merangkai tamiya bersama ayahnya. Bahkan kedua orangtuanya mendukung hobi anaknya, berbagai perlengkapan pun dipersiapkan yang menghabiskan dana Rp 20 juta hingga tiga koper peralatannya.

"Awalnya hanya jadi penggembira saja waktu ada kompetisi, terus ganti tamiya yang lebih mahal, belajar ke yang lebih paham, terus menang," ujar remaja yang tinggal di Kelurahan Mangkujayan ini.

Menurut Daffa, seluruh bagian tamiya harus presisi. Ada satu bagian yang tidak pas sedikit saja, tamiya dapat terlempar keluar sirkuit. Terutama saat melewati tanjakan. Tamiya tidak mendarat dengan sempurna. Akibatnya, jelas keluar dari lintasan. Sebab, kecepatan tamiya saat melaju sepadan dengan kendaraan sungguhan.

"Sebelum turun lintasan, harus benar-benar siap. Seperti balapan sungguhan," cakapnya.

Selama empat tahun mengotak-atik tamiya, Daffa kini berhasil mengantongi 50 buah trofi dari kejuaraan yang diikuti di Ponorogo, Madiun, Jombang, Solo, dan Yogyakarta.

Tamiya bagi Safrian Daffa Maulana bukan sekadar mainan biasa. Dia sudah bermain mobil mainan dari Jepang itu sejak berumur tujuh tahun. Dia juga turun di berbagai kejuaraan tamiya. Hasilnya cukup cemerlang. Puluhan trofi telah dimenangkannya.

Bermain tamiya menuntutnya bak teknisi sungguhan hanya saja peralatannya lebih kecil. "Bermain tamiya untuk kejuaraan sudah seperti lomba balap kendaraan sungguhan," pungkasnya.
Jurnalis : Charolin Pebrianti / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Charolin Pebrianti
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: