JUM’AT 4 NOVEMBER 2016

MANADO --- Bersikukuh tanah yang ditempati dan diklaim oleh warga yang berada di lokasi kampus Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) sebagai milik UNSRAT, bangunan yang berdiri terpaksa harus dibongkar oleh ekskavator yang dikerahkan oleh Tim Pengamanan UNSRAT. 

Suasana pembongkaran.

Menurut juru bicara UNSRAT Daniel Pangemanan, pihaknya terpaksa membongkar bangunan yang berdiri di lokasi karena pihak UNSRAT memiliki sertifikat yang sah tentang hak tanah yang luasnya lebih dari 64 hektar. Pangemanan mengatakan, tanah yang diklaim oleh warga sesuai dengan keputusan pengadilan itu tidak jelas lokasi dan titik koordinatnya.


"Kami terpaksa membongkar bangunan itu karena tanah ini milik UNSRAT yang memiliki sertifikat yangg jelas, sedangkan sertifikat warga kami duga palsu atau sertifikat Bodong", tegas Pangemanan di lokasi pembongkaran pada Cendana News Jumat (4/11/2016).

Di pihak lain, Lucky Setlight, salah seorang warga mengatakan tanah yang luasnya kurang lebih 1.172 meter persegi sudah memiliki kekuatan hukum. Sesuai dengan hasil keputusan pengadilan negeri dan pengadilan tinggi Manado. Warga menyayangkan karena sudah ada pembongkaran.

"Kami tadi sempat melawan dan melakukan pendudukan di atas ekskavator, dan sempat ada pemukulan dari sekurity UNSRAT karena itu kami akan tempuh jalur hukum. Kami juga sayangkan ini terjadi padahal sebelumnya sudah ada kesepakatan untuk membayar ganti rugi", ungkapnya.

Sementara saat pembongkaran dilakukan sempat terjadi ketegangan, antara warga dan pihak keamanan UNSRAT, satu warga terluka karena diduga di pukul oleh oknum pengamanan kampus UNSRAT, sehingga keluar melaporkan ke pihak Kepolisian.

Jurnalis: Ishak Kusrant/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ishak Kusrant
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: