MINGGU, 27 NOVEMBER 2016

LAMPUNG --- Dua pekerja proyek fly over Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di STA 14+300 Desa Tetaan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan terpaksa dilarikan ke Puskesmas Rawat Inap Penengahan dan dirujuk ke RSUD Bob Bazaar Kalianda. 

Anggota Polsek Penengahan mengamankan TKP
Salah satu pekerja, Andi (34) menyebutkan, besi kolom pada tiang pancang fly over yang roboh dan menimpa dua pekerja bernama Muh Khofir (36) dan Hamdani (34). Saat proses pengerjaan beberapa pekerja sedang berada di bawah, sementara sebagian yang berada di atas langsung loncat saat besi yang mereka kerjakan tiba tiba roboh ke samping dan Muh Khovir tersangkut pada satu besi dan tak bisa menghindar. Muh Khovir dan Hamdani segera dilarikan ke Puskesmas rawat inap Penengahan untuk menjalani pemeriksaan medis sementara lokasi tempat kejadian perkara (TKP) langsung diberi garis polisi.

Berdasarkan keterangan Andi dan para pekerja konstruksi untuk fly over tersebut sudah mulai bekerja sekitar pukul 08:00 pagi namun tiba tiba besi penopang yang sedang dirangkai melengkung dan roboh. Besi dengan bobot keseluruhan mencapai kurang lebih lima ton dengan ketinggian sekitar 7 meter tersebut roboh ke arah Barat meski beberapa pekerja sempat menyelamatkan diri. Para pekerja lain segera melakukan pertolongan pertama dengan melarikan para korban ke Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas terdekat untuk mendapat penanganan.

"Kami langsung melakukan pemeriksaan terhadap pasien yang dibawa ke sini diantaranya kondisi kesadaran, kondisi tekanan darah dan pemeriksaan lanjutan namun berdasarkan pemeriksaan awal terdapat luka yang terpaksa dijahit dan pemeriksaan dalam harus dilakukan rotgen dan kami rujuk ke rumah sakit Bob BAzar,"ungkap petugas jaga Unit Gawat Darurat Puskesmas Rawat Inap Penengahan, Rudi Hardianto saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (27/11/2016).

Rudi Hardianto menerangkan, berdasarkan pemeriksaan awal korban bernama Muh Khovir mengalami luka cukup serius pada bagian paha sebelah kanan. Pemeriksan awal Muh Khovir bahkan mengalami suspect dislokasi region fentur. Namun untuk memeriksa kondisi lanjutan korban terpaksa dirujuk ke RSUD Bob Bazaar Kalianda untuk menjalani pemeriksaan lanjutan dengan rontgen. Sementara korban bernama Hamdani yang hanya mengalami luka ringan mendapat dua jahitan pada leher sebelah kiri dan diperbolehkan pulang.

Terkait insiden kecelakaan kerja di proyek Jalan Tol Trans Sumatera STA 14+300 Desa Tetaan Kecamatan Penengahan tersebut Kapolsek Penengahan, AKP Mulyadi Yakub dan beberapa anggota polsek langsung menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan kerja tersebut dan memasang garis polisi (police line). Sementara itu beberapa pekerja menghentikan proses pengerjaan tiang pancang untuk penopang fly over penghubung Kecamatam Penengahan ke Kecamatan Ketapang tersebut. Beberapa alat berat bahkan terlihat terus melakukan pengerjaan penimbunan dan proses pembersihan lahan di jalan tol trans Sumatera tersebut.

"Kita langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan sudash dipasangi garis polisi namun sementara untuk keselamatan pekerja sementara pekerjaan dialihkan ke bagian lain,"ungkapnya.

Sementara terkait kecelakakaan kerja tersebut pihak dari PT LGM selaku sub kontraktor dari PT Pembangunan Perumahan (PP) melalui salah satu pengawas, Danan, mengaku kecelakaan kerja terjadi saat sebanyak 7 orang pekerja melakukan pembesian kolom konstruksi fly over.

'Ada sebanyak tujuh pekerja namun yang mengalami kecelakaan dua orang karena sebagian berhasil menyelamatkan diri dan untuk korban yang mengalami dislokasi segera dirujuk dan divisum di rumah sakit,"ungkap Danan.

Ia mengungkapkan proses pembuatan fly over masih dalam tahap pembesian besi kolom untuk total ketinggian sepanjang sembilan meter. Sementara total bentang fly over sepanjang 100 meter dan lebar sepanjang 12 meter untuk memudahkan aktifitas masyarakat yang ada di Kecamatan Penengahan dan Kecamatan Ketapang yang dilalui JTTS. Ia juga mengakui sesuai setandar operasional prosedur para pekerja mengenakan safety belt (sabuk pengaman) bahkan ia mengakui kejadian tersebut murni kecelakaan dan ia enggan menyebut konstruksi yang rusak sebagai penyebab kecelakaan kerja.

Lokasi kecelakaan kerja tol trans Sumatera
Hingga kini para pekerja yang berada di tempat kejadian perkara masih dimintai keterangan di Polsek Penengahan terkait insiden yang menimpa dua pekerja hingga harus dilarikan ke rumah sakit tersebut. Akibat kecelakaan kerja yang merobohkan besi kolom yang sedang dipasang sebagian besar pekerja bahkan diliburkan khusus untuk pengerjaan pemasangan besi kolom yang masih setinggi tujuh meter dari total ketinggian sembilan meter tersebut.
Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: