SELASA, 29 NOVEMBER 2016
SAMBAS---Sebanyak 8 boks sterofom berisi 16 kantong bibit udang fename tanpa dilengkapi dokumen disita aparat Tentara Nasional Indonesia yang bertugas di perbatasan RI-Malaysia di Kecamatan Sebunga, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Personel Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 131/Braja Sakti ini menangkap barang ilegal dari Malaysia. Pemanfaatan jalan-jalan tikus alias tidak resmi dimanfaatkan orang tak bertanggungjawab ini. Tepatnya di dekat Patok D 198, Dusun Aruk, Desa Sebunga, Kecamatan Sajingan, Kabupaten Sambas.

“Anggota Satgas Pamtas 131/Braja Sakti telah mengamankan barang bukti 8 boks sterofom berisi 16 kantong bibit udang fename ilegal dari Malaysia di jalan tikus dekat Patok D 198 Dusun Aruk,” kata Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 121/Abw Mayor Arm Sumaji, Senin (28/11/2016).

Sejumlah 8 boks sterofom berisi 16 kantong bibit udang fename ilegal disitia TNI di perbatasan RI-Malaysia.
Sumaji menyebut, hingga kini barang ilegal dari Malaysia itu belum diketahui siapa pemiliknya. Hal itu pula menyulitkan aparat menelusuri lebih dalam lagi.

“Barang-barang yang diamankan sampai dengan saat ini pemilik paket tidak diketahui,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, barang ilegal dari Malaysia itu telah diserahkan kepada petugas pegawai Karantina di Saba. Sebab, barang ilegal ini untuk dijadikan barang bukti.

“Bibit fename (udang windu) berasal dari Malaysia yang akan dikirim ke daerah Kecamatan Jawai dan Kecamatan Selakau Kabupaten Sambas. Karena kedua wilayah ini merupakan penghasil Udang Windu,” ujarnya. Namun demikian, ia menegaskan, bahwa berdasarkan peraturan yang berlaku, bibit fename (udang windu) yang diamankan harus segera dimusnahkan. 

“Untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran penyakit atau virus EMS (Early Mortality Syndrom) yang berasal dari Malaysia,” ucapnya.

Jurnalis: Aceng Mukaram/ Editor: Satmoko / Foto: Satgas Pamtas Yonif 131 Braja Sakti
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: