RABU, 2 NOVEMBER 2016

BALI ---‎ Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali melakukan sidak ke dalam Lapas Kelas IIA Kerobokan Denpasar pada Selasa malam, 1 November 2016. Pada sidak yang dimulai pukul21.00 WITA itu ‎petugas mendapatkan berbagai macam temuan. 


Kepala Bidang Pemberantasan BNN Bali, Ajun Komisaris Besar I Ketut Artha menjelaskan, dari hasil sweeping di sel wanita, khususnya Blok Goa Gajah tidak ditemukan narkotika. Namun, saat dilakukan tes urine, terdapat dua orang positif amphetamine dan morphine. "Untuk di Blok Taman Ayun, GWK dan Tirta Gangga ada empat orang yang dites urine. Tiga positif sabu-sabu, satu orang positif morphine. Barang bukti tidak kita dapatkan," jelasnya, Selasa malam, 1 November 2016.

Petugas berhasil mendapatkan barang bukti saat menggeledah Blok Wisma Ubud. "Di kamar nomor 5 kita temukan 3 paket klip kecil diduga sabu. 5 orang dilakukan tes urine dan hasilnya positif. Lima orang tersebut atas nama KDK SNM, AZS, SBR, IB, D dan HK," tutup dia.

Tak hanya itu, sejumlah temuan lainnya berupa senjata tajam dan alat elektronik berhasil diamankan petugas. ‎Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Hukum dan HAM Provinsi Bali, INyoman Putra Wirya Atmaja menjelaskan, dari penyisiran yang dilakukan ditemukan puluhan handphone berbagai jenis, televisi, air cooler, laptop, speaker aktif, palu, silet serta kompor gas kecil dan narkotika. "Kita sita 77 handphone. Ini selalu ada masalah yang sama, karena berbagai macam cara mereka lakukan menyelundupkannya. Ada juga kompor, alat elektronik dan narkotika," katanya di Lapas Kerobokan.

"Kita akan selidiki bagaimana cara masuknya semua barang-barang ini, karena semuanya melewati jalur satu pintu," tutupnya.

Jurnalis : Bobby Andalan / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Bobby Andalan 
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: