SABTU, 12 NOVEMBER 2016

LAMPUNG---Tinggal di kawasan pesisir pantai yang kaya akan hasil laut diantaranya ikan dan hasil laut lainnya membuat keanekaragaman kuliner masyarakat pesisir lebih beragam. Selain dikenal dengan kuliner berbahan dasar ikan yang dikenal dengan sambal seruit sebagai teman makan ikan bakar dalam kegiatan bacakan atau makan bersama, masyarakat pesisir di Lampung Selatan juga mengolah makanan berbahan dasar ikan laut jenis teri menjadi makanan sehari hari. Makanan berbahan dasar teri tersebut diolah sedemikian rupa dengan berbagai jenis bumbu dan rempah yang dibuat untuk menggugah selera makan dan disajikan menjadi makanan yang dikenal dengan nama botok teri.


Salah satu pembuat botok teri, Aminah (60) mengaku makanan tradisional tersebut dikenal masyarakat pesisir Lampung dari pendatang yang berasal dari Jawa Tengah. Sebagai makanan khas dari Jawa Tengah pertukaran ide kuliner tersebut juga akhirnya bisa dibuat oleh kaum ibu rumah tangga yang ada di wilayah pesisir Lampung. Ia mengaku dikenalkan oleh adik iparnya yang juga kerap membuat botok teri karena banyaknya teri, tanaman petai cina dan kelapa yang banyak tumbuh di kawasan pesisir.

"Awalnya memang tidak kenal makanan yang namanya botok tapi setelah diajari proses pembuatan serta bahan bahannya sebagian ibu rumah tangga di sekitar pesisir justru suka membuatnya,"ungkap Aminah warga Desa Kelawi Kecamatan Bakauheni saat ditemui Cendana News sedang menikmati Botok Teri, Sabtu (12/11/2016).


Ia mengaku botok ikan teri jenis teri nasi sangat digemari karena memiliki rasa yang enak dan gurih saat dinikmati dengan nasi hangat. Bahan dasar ikan teri yang merupakan hasil laut sangat bermanfaat untuk kesehatan diantaranya mencegah osteoporosis serta dapat memperkuat gigi. Selain itu pembuatan botok teri merupakan bentuk ketahanan pangan keluarga dengan menyediakan bahan pangan tradisional di tengah kesulitan bahan pangan serta alternatif bahan pangan masyarakat yang mulai menyukai makanan instan hasil pabrikan.

Proses pembuatan botok teri menurut Aminah pun terbilang mudah dengan bahan bahan yang bisa diperoleh dari alam. Alam pantai yang kaya akan pohon nyiur penghasil kelapa dipastikan menjadi bahan utama pembuatan botok diantaranya kelapa yang berusia setengah tua dan belum menghasilkan santan yang banyak,garam, cabai, tempe, petai cinaserta bumbu bumbu lainnya. Berbagai bahan yang telah disiapkan tersebut ungkap Aminah akan semakin lengkap jika dibuat dan disajikan dalam bungkus daun pisang yang menjadi ciri khas botok.


Langkah pembuatan botok seperti yang diterangkan oleh Aminah diantaranya:

*Penyiapan Bahan:

-Kelapa yang masih agak muda diparut menggunakan parutan tergantung kebutuhan untuk pembuatan botok. 

- Selain parutan kelapa muda bahan berupa tempe dengan bahan baku kedelai menjadi campuran utama botok dengan cara dihancurkan atau dipotong dadu akan menjadi campuran yang nikmat untuk botok.

- Bahan utama yang tak lupa disiapkan adalah teri yang dipilih diantaranya jenis teri nasi 

- Buah atau biji lamtoro atau petai cina (manding) yang banyak tumbuh di kebun warga. 

- Cabai rawit yang masih utuh menjadi penyedap yang tak ketinggalan disertakan.

- Sebanyak 3 lembar daun jeruk sebagai penyedak dan penambah aroma segar.


*Pembuatan Bumbu

Bahan bahan yang telah disiapkan selanjutnya dikombinasikan dengan bumbu halus dari 3 siung bawang putih, 1 ruas kencur, 3 buah cabai merah besar, garam secukupnya,terasi secukupnya, gula secukupnya. Bumbuyang telah disiapkan selanjutnya dicampur bersama parutan kelapa termasuk tempe, teri, petai cina dan cabai rawit. Aduk hingga tercampur rata dengan komposisi yang sama.

*Pengolahan

Proses selanjutnya setelah tercampur semua bahan dilanjutkan dengan proses pembungkusan menggunakan daun pisang. Pembungkusan dengan daun pisang sebanyak 2 sendok bahan botok ditutup menggunakan lidi selanjutnya dikukus hingga matangselama lebih kurang 40 menit ditandai dengan layunya daun pisang dan botok teri yang sudah matang bisa disajikan sebagai teman makan nasi hangat lengkap dengan sambal seruit dan ikan bakar.

Selain disajikan dalam keluarga untuk makan sehari hari, beberapa masyarakat kerap membuat botok untuk disantap bersama dalam acara acara khusus diantaranya kegiatan bersama di tepi pantai. Selain itu dalam kegiatan kegiatan khusus ungkapan syukur atas hasil tangkapan di laut dengan makan bersama di tepi pantai (bacakan) botok teri juga disajikan sebagai makanan selingan karena botok nikmat disajikan bahkan tanpa harus dimakan menggunakan nasi. Selain itu pembuatan botok juga kerap dilakukan oleh kaum wanita dalam kegiatan arisan yang dipadukan dengan saling berbagi resep makanan baik dalam pembuatan kue kue tradisional maupun pembuatan kuliner lainnya.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Henk Widi

Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: