SELASA, 1 NOVEMBER 2016

JAKARTA --- Berdasarkan hasil pemantauan dari Badan Pusat Statistik (BPS) sepanjang bulan Oktober 2016, perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar (IPHB) Umum non Migas sebesar 157,52 atau tercatat mengalami penurunan sebesar 0,20 persen apabila dibandingkan dengan IPHB sepanjang bulan September 2016 sebesar 157,84 persen.


Penurunan terjadi tercatat terjadi di Sektor Industri dan Kelompok Barang Ekspor non Migas, dimana penurunan tertinggi terjadi pada Kelompok Barang Ekspor non Migas sebesar 1,32 persen. Sektor Pertanian tercatat mengalami kenaikan sebesar  0,11 persen, Sektor Pertambangan dan Penggalian tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,24 persen, Sektor Industri tercatat mengalami penurunan sebesar 0,02 persen, sedangkan Kelompok Barang dan barang Impor non Migas relatif stabil.

Dengan demikian maka perubahan IHPB non Migas sepanjang tahun 2016 sebesar 7,79 persen, sedangkan perubahan IHPB secara Year on Year (YoY) tercatat sebesar 11,11 persen. Beberapa komoditas yang tercatat mengalami penurunan harga sepanjang bulan Oktober 2016 diantaranya adalah Bawang Merah, Mentimun, Cabe Rawit, Daging, Ayam, Minyak Kelapa Sawit (CPO), Kopra, Tepung Tapioka, Bijih Kerak dan Abu Logam Ekspor.

IHPB Bahan Bangunan atau Konstruksi yang terdiri dari lima kelompok jenis bangunan pada Oktober 2016 secara umum mengalami kenaikan. Kelompok Bangunan Pekerjaan Umum untuk Pertanian tecatat mengalami kenaikan paling tinggi, yaitu sebesar 0,19 persen. Kelompok Bangunan Tempat Tinggal dan Bukan Tempat tinggal tecatat mengalami kenaikan sebesar 0,04 persen.

Sesangkan Kelompok Bangunan Pekerjaan Umum seperti jalan, jembaan dan pelabuhan mengalami kenaikan sebesar 0,10 persen. Sedangkan Kelompok Bangunan dan Instalasi Listrik, Gas, Air Minum dan Komunikasi tercatat sebesar 0,06 persen, kemudian Kelompok Bangunan lainnya tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,11 persen.

Suhariyanto, Kepala BPS Pusat mengatakan "Sepanjang bulan Oktober 2016, IHPB Umum non Migas atau indeks harga grosir atau agen tercatat mengalami penurunan sebesar 0,20 persen terhadap bulan sebelumnya, penurunan IHPB tertinggi tercatat terjadi pada Kelompok Barang Ekspor non Migas sebesar 1,32 persen" katanya saat jumpa pers, Selasa siang (1/11/2016).


"IHPB Bahan Bangunan atau Konstruksi sepanjang bulan Oktober 2016 tecatat mengalami kenaikan sebesar 0,07 persen terhadap bulan sebelumnya antara lain disebabkan adanya kenaikan harga komoditas tanah urug sebesar 1,44 persen, batu bata 0,82 persen, kerikil dan sirtu alam 0,81 persen, pendingin ruangan 0,73 persen dan pasir 0,40 persen, sedangkan IHPB Bahan Baku, Barang Konsumsi dan Barang Modal pada bulan September 2016 masing-masing mengalami kenaikan sebesar 0,31 persen, 0,08 persen dan 0,20 persen dibandingkan bulan September 2016" kata Suhariyanto di Jakarta.
Jurnalis : Eko Sulestyono / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Eko Sulestyono
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: