MINGGU, 13 NOVEMBER 2016

CATATAN JURNALIS---Desa Dalem Widodomartani, Ngemplak, Sleman Yogyakarta terbilang sangat istimewa karena memiliki kawasan wisata pemandian alam sekaligus penyangga ekonomi warga yakni Tirta Budi atau sekarang dikenal luas dengan nama Desa wisata Blue Lagoon.

Reinkarnasi Bregodo Paku Drajat oleh para pemuda kreatif Desa Dalem
Kawasan yang dijaga-dilestarikan-dikembangkan, serta akhirnya dikelola warga desa secara swadaya ini ternyata bukan sekedar kawasan yang dibuka warga untuk menjadi tempat wisata, melainkan memiliki kisah atau legenda sejak jaman dahulu kala yang menjadi sebuah kearifan lokal masyarakat setempat.

Masyarakat Desa Dalem memiliki seorang leluhur bernama Kyai Pulungan. Kyai Pulungan memiliki pasukan pengawal pemberani yang diberi nama Bregodo Paku Drajat atau bisa juga disebut Bregodo Paku Drajat 17. 

Sematan angka 17 dari pasukan pengawal Kyai Pulungan tersebut merupakan simbol jumlah rokaat sholat umat Islam sekaligus jumlah personil yang tergabung dalam Bregodo Paku Drajat.

Kedatangan Kyai Pulungan ke kawasan Desa Dalem adalah untuk mengemban amanat dari Keraton Mataram di era Hadinyokrowati dan Hadinyokrokusumo untuk tugas babat alas sekaligus menyiarkan Agama Islam. Karena berhasil mengemban tugas dengan baik, maka ia memperoleh kehormatan dari Keraton untuk menyandang gelar KRHT Suryo Leksono.

Suhadi (TNI) bersama Titiek Soeharto
Pada suatu ketika, Kyai Pulungan atau disebut juga KRHT Suryo Leksono kembali dikirim untuk berperang melawan Seekor ular raksasa Bayu Ceto sang penguasa sungai atau sendang. Setelah melewati pertempuran sengit dan melelahkan, maka Suryo Leksono bersama Bregodo Paku Drajat berhasil menaklukkan Bayu Ceto yang kemudian berubah wujud menjadi puteri cantik jelita bernama Nyi Dewi Sekar Arum.

Sebagai wujud pengakuan atas kesaktian Suryo Leksono dan ketangguhan Bregodo Paku Drajat, maka Nyi Dewi Sekar Arum memberikan kendi berisi air dari sebelas sumber air yang diberi nama Tirta Budi. Nyi Dewi Sekar Arum menyarankan agar air kendi dituang ke sungai atau mata air agar membawa berkah bagi masyarakat setempat suatu saat kelak. Dan saran Nyi Dewi Sekar Arum dilaksanakan oleh Suryo Leksono.

Seiring berjalannya waktu, sendang atau sungai tempat dituangnya air kendi Tirta Budi dari Nyi Dewi Sekar Arum akhirnya berubah menjadi sebuah kolam pemandian kecil sedalam kurang lebih tiga meter dengan air berwarna kebiruan dari mata air abadi dibawahnya. 

Karena peran para wisatawan atau pengunjung yang pernah datang ke Tirta Budi, maka kolam pemandian berubah nama menjadi Blue Lagoon

Melihat perhatian para wisatawan atau pengunjung selama ini, maka masyarakat desa Dalem akhirnya terlecut untuk mengembangkan beragam inovasi agar kawasan ini menjadi tempat wisata alam nan asri. Akhirnya sekarang tempat ini dikenal dengan nama Desa wisata Blue Lagoon.

Kisah diatas dituturkan oleh Ketua paguyuban masyarakat pengelola Desa wisata Blue Lagoon, Suhadi. Selain sebagai ketua paguyuban, keseharian Suhadi juga adalah sebagai Babinsa Koramil 07/Ngemplak, Kodim 0732/Sleman berpangkat Sersan satu.

"Masyarakat setempat memiliki upacara adat Merti Sumber dengan gunungan nasi wiwit dan hasil bumi untuk mengenang petilasan Kyai Pulungan atau KRHT Suryo Leksono. Dan pengawal dari upacara tersebut adalah Bregodo Paku Drajat, Upacara pertama kali dibuka oleh Gusti Putri Paku Alam," tutur Suhadi kepada Cendana News.

Sejak dahulu kala, selain untuk keperluan mandi maupun kebutuhan sehari-hari masyarakat, kolam Tirta Budi atau sekarang dikenal dengan Blue Lagoon dipercaya memiliki khasiat mengobati beragam penyakit kulit maupun untuk kebugaran bagi siapapun yang berenang disana.

Seorang pengunjung bernama Anita mengatakan, ia memiliki masalah atau gangguan kulit di wajahnya. Namun setelah rutin berenang maupun berendam di Blue Lagoon selama satu sampai dua bulan maka gangguan kulit diwajahnya perlahan sembuh.

" Bukan karena kolam ini memiliki magis atau sihir, akan tetapi kandungan PH dari air disini sangat bagus untuk kesehatan kulit maupun kebugaran," terang Anita.

Khusus untuk Bregodo Paku Drajat yang gagah perkasa, mereka sekarang dilestarikan oleh kumpulan pemuda kreatif desa Dalem bentukan Suhadi. Para pemuda ini akan mengenakan pakaian Bregodo Paku Drajat untuk upacara seremonial penyambutan tamu penting maupun kirab budaya.

Tercatat kegiatan yang pernah diikuti Bregodo Paku Drajat muda ini adalah Kirab Budaya Merti Sumber Blue Lagoon pertama, Peresmian Festival Bregodo Kabupaten Sleman, Festival Bregodo rakyat Yogyakarta 2016, iven budaya di seputaran desa, dan baru-baru ini para Bregodo Paku Drajat muda menyambut kedatangan rombongan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau akrab disapa Titiek Soeharto ke desa wisata Blue Lagoon pada 8 November 2016 yang lalu.

Kisah atau legenda Suryo Leksono dengan Bregodo Paku Drajat serta Kawasan Desa wisata Blue Lagoon memiliki arti yang sangat mendalam bagi masyarakat setempat. Bregodo Paku Drajat tidak hanya mewakili semangat keprajuritan, akan tetapi juga mencerminkan semangat relijius atau keagamaan serta kesantunan masyarakat Desa Dalem.

Saat ini Kawasan Desa wisata Blue Lagoon sudah mulai dikenal luas. Dan sejak pertama kali dibuka oleh masyarakat, kawasan tersebut sudah menjadi tumpuan roda ekonomi desa Dalem. Percaya atau tidak, amanat Nyi Dewi Sekar Arum melalui kendi Tirta Budi akhirnya menjadi kenyataan. Dan Bregodo Paku Drajat dalam reinkarnasi barunya akan terus mengawal apa yang ditanamkan para leluhur desa Dalem sebagai sebuah kearifan lokal yang tak lekang oleh waktu. 

Jurnalis : Miechell Koagouw / Editor : Sari Puspita Ayu / Foto : Miechell Koagouw
Bagikan:

Sari Puspita Ayu

Berikan Komentar: