KAMIS, 24 NOVEMBER 2016

JAYAPURA --- Kelompok penambak ikan binaan Bank Indonesia perwakilan provinsi Papua di Kampung Doyo Lama, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura ini mampu hasilkan laba kotor perbulan sebesar dua puluh satu juta rupiah. Kelompok Pandai Permai (Panper) ini berdiri sejak tahun 2013 lalu.

Ilustrasi - Budidaya ikan air tawar di Lampung
Awalnya kelompok ini membangun dua petak kerambah dibibir danau Sentani kampung tersebut dan diberi bibit 1.500 bibit ikan nila, dan pada tahun ini Bank Indonesia perwakilan Papua mengandeng kelompok tersebut dengan memberikan modal beberapa bibit, pakan ikan dan kerambah yang kini total tambak berjumlah 26 petak berukuran kurang lebih 3 x 3 meter persegi.

Ketua Kelompok Panper, Elisa Akila Marweri saat ditemui media ini menuturkan sejak awal ia bersama anggota kelompoknya fokus budidaya ikan nila, karena jenis ikan tersebut yang paling laris dipasaran.  

"Memang jenis ikan air tawar selain nila masih banyak, seperti mujair dan lele, tapi kami fokus dulu kembangkan ikan nila, karena kami melihat prospek  ikan ini cukup bagus mencapai Rp 70 ribu kilogram," kata Elisa, Kamis (24/11/2016).

Seiring berjalannya waktu, lanjutnya, usaha kerambah kelompok ini terus berkembang. Dimana, masa panen ikan pun dapat dilakukan setiap hari sesuai permintaan pelanggan-pelanggannya.

"Awal hanya tiga bulan sekali kami panen sesuai masa waktu panen, tapi seiring berjalannya waktu dengan adanya bantuan modal usaha dari sejumlah bank dan menjadi mitra binaan BI, maka kami sudah bisa memanen setiap hari karena kerambah sudah banyak," ujarnya.

Dikatakannya, kini setelah berkembang setiap kali panen telah menghasilkan Rp 21 juta per petak. Namun, pihaknya tak merasa bangga akan hal itu, lantaran masih butuh perhatian beberapa pihak yang hendak bermitra dengan mereka.

"Harapan kami  ada pihak yang mau bermitra, baik itu perbankan atau pihak lain selain mitra yang sudah ada, karena kami berencana menambah kerambah beberapa petak, "tutur Elisa.

Yon Widiyono selaku Manager Unit Komunikasi dan Koordinasi Kebijakan BI Perwakilan Papua saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya memilih kelompok Panper sebagai mitra binaan berdasarkan rekomendasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Jayapura.  BI melakukan komunikasi terlebih dulu dengan DKP Kabupaten Jayapura dan merekomendasikan kelompok ini untuk dibina.

"Berdasarkan rekomendasi itu pula, diketahui bahwa kelompok ini membutuhkan binaan dari perbankan, makanya kami masuk dan menjadi mitra binaan mereka," kata Yon.

Rekomendasi ini tak menyurutkan pihaknya untuk tetap bersinergi dengan dinas tersebut yang utamanya mengawasi setiap perkembangan kelompok tersebut.
Jurnalis : Indrayadi T Hatta / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: