SELASA, 8 NOVEMBER 2016

YOGYAKARTA --- Penerapan teknologi di bidang perikanan air tawar, akan mampu menarik minat kaum muda untuk melakukan usaha pengembangan mina pedesaan, seperti ikan lele dengan sistem demfarm bioflok. Hal ini akan membuka lapangan pekerjaan di pedesaan dan tentu saja meningkatkan pendapatan warga.


Untuk itu Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan berbagai program bantuan sarana prasarana (bansapras) pengembangan usaha mina pedesaan guna mendorong pemberdayaan warga melalui usaha perikanan mandiri.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Hediati Soeharto, dalam sambutan penyerahan 5 Paket Bansapras Pengembangan Usaha Mina Pedesaan bagi kelompok penerima bantuan di komplek budidaya ikan lele sistem demontrasi pertanian/farm (demfarm) bioflok Kelompok Tunas Muda Peduli Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul, Selasa (8/11/2016).



Dalam kesempatan itu, Titiek Soeharto yang didampingi Bupati Bantul, Suharsono dan jajaran kedinasan terkait, juga menyerahkan 3 Paket Bantuan Gerakan Pakan Mandiri (Gerpari) dan 1 Paket Program Bantuan Demfarm Biolfok kepada kelompok penerima di wilayah Kabupaten Bantul.

Titiek Soeharto mengatakan, dengan berbagai bantuan itu diharapkan bisa lebih mendorong kaum muda untuk mau berkiprah di bidang perikananan. Menurutnya, budidaya ikan lele dengan sistem bioflok terbukti lebih efisien dari aspek biaya produksi dan lahan yang digunakan. Sementara itu, hasilnya juga bisa maksimal.


"Budidaya ikan lele dengan sistem bioflok ini, bisa menjadi salah satu terobosan bagi pemenuhan kebutuhan lapangan kerja di pedesaan, dan dengan teknologi kaum muda akan semakin mau berkiprah di bidang perikanan", jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Kelompok Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok Tunas Muda Desa Panggungharjo, Muhammad Zainun Ikhsan. Dikatakan, dengan sistem bioflok menggunakan tabung atau tong yang dibuat dengan terpal sebagai kolam akan membuat proses budidaya menjadi efisen dan mudah. 

Menurut Ikhsan, sistem bioflok memungkinkan proses produksi ikan lele lebih cepat panen, irit konsumsi pakan dan hasilnya lebih bagus karena kualitas airnya yang lebih terjaga.


Dengan satu unit tabung atau tong dari terpal, jelas Ikhsan, mampu menampung 3.500 ekor lele dengan kepadatan 600 per meter kubik. Dari benih sebanyak itu, katanya, akan menghasilkan ikan lele minimal 3 Kwintal. Sedangkan Kelompok Tunas Muda Peduli yang mulai dirintis sejak tahun 2010 memiliki 24 tong.

Ikhsan mengaku, selama ini relatif tidak ada kendala, meski pemasaran masih perlu pengembangan. Namun demikian, katanya, pihaknya optimis hasil ikan lelenya akan terserap di pasaran, mengingat kebutuhan ikan lele di DI Yogyakarta cukup tinggi.

Jurenalis : Koko Triarko / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Koko Triarko
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: