KAMIS, 10 NOVEMBER 2016

JAKARTA --- Buni Yani, salah satu saksi yang diduga sebagai pengunggah video pidato Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama terkait dengan Al Qur'an Surah Al Maidah Ayat 51 pada saat mengunjungi Kepulauan Seribu beberapa saat yang lalu akhirnya benar-benar datang memenuhi panggilan penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri.


Buni Yani rencananya akan diperiksa dan dimintai keterangan sebagai saksi oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri terkait video pidato Gubernur Basuki yang di unggahnya melalui media sosial YouTube yang belakangan "menggegerkan" warga masyarakat dan diduga sebagai salah satu pemicu aksi unjuk rasa besar-besaran yang diikuti lebih dari 100.000 massa dari berbagai elemen Ormas Islam di seluruh Jabodetabek.

Pantauan Cendana News langsung dari Gedung Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri (Kompleks Kantor KKP) Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Buni Yani tampak terlihat datang dengan didampingi Aldwin Rahardian, yang didaulat sebagai pengacara sekaligus kuasa hukumnya untuk memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Mabes Polri pada sekitar pukul 10:00 WIB.

"Kedatangan saya ke Gedung Bareskrim Mabes Polri dalam rangka untuk memenuhi panggilan penyidik sebagai saksi dalam kasus perkara dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan masalah pengunggahan video pidatonya di media sosial YouTube, sebagai warga negara yang baik dan taat hukum, makanya saya datang kemari, selain itu nanti saya juga akan menunjukkan bukti-bukti yang mungkin diperlukan sebagai bahan pertimbangan untuk penyidik Bareskrim Mabes Polri" kata Buni Yani kepada wartawan, Kamis pagi (10/11/2016).

Jurnalis : Eko Sulestyono / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Eko Sulestyono
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: